Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mendapat kejutan saat kampanye di North Carolina. Pidatonya mendadak terhenti oleh seorang demonstran yang menuntut transparansi kasus Jeffrey Epstein.
Insiden bermula ketika Vance sedang memaparkan klaim penurunan angka imigran ilegal ke titik nol. Di tengah pidato, seorang hadirin nekat meneriakkan tuntutan agar file kontroversial Epstein segera dibuka ke publik. Alih-alih panik, Vance justru merespons dengan sindiran tajam. Ia bercanda bahwa sang pengganggu adalah bukti nyata masih ada satu orang yang lolos dari pengawasan perbatasan.
Analisis Singkat: Insiden ini menunjukkan bahwa isu transparansi kasus Epstein masih menjadi luka terbuka bagi publik AS. Bagi masyarakat, aksi ini menjadi pengingat bahwa tuntutan keadilan tidak bisa dibungkam oleh agenda politik praktis. Pemerintah AS menghadapi tekanan moral yang semakin besar untuk membuka dokumen rahasia tersebut, terlepas dari siapa pun yang sedang berkampanye.