Kisah ini datang dari Castel d’Emilio, desa berbukit yang tenang di Italia. Di sanalah, keluarga Brancaccio harus menghadapi kenyataan pahit yang mengubah segalanya sejak 2018: Dalila, putri mereka yang kini berusia 29 tahun, didiagnosis anoreksia nervosa. Penyakit ini membuat waktu terasa berhenti bagi sang ibu, Rita Orza (60), seorang perawat yang kini seluruh hidupnya berpusat pada kesembuhan Dalila.
Awalnya, sekitar setahun sebelum diagnosis, Dalila mulai menunjukkan gelagat aneh. Ia tak lagi mengenali tubuhnya sendiri, menolak makanan, menarik diri dari teman-teman dan acara sosial. Berat badannya melorot drastis hingga menyentuh angka 31 kilogram dengan tinggi sekitar 160 cm. Rita dan suaminya, Giuseppe (62), serta putra mereka, Cristiano, diliputi ketakutan dan kebingungan. "Kami tidak mengerti apa yang terjadi," kenang Rita. "Ada kemarahan juga. Dia menghindar, hampir menghilang berjam-jam. Ketegangan konstan menyelimuti rumah."
Puncaknya Januari 2018. Melihat kondisi Dalila yang kritis, Rita harus memaksanya ke pusat penanganan gangguan makan. Namun, bukan tanpa perjuangan. Rita bahkan harus "mengancam" pihak pusat layanan di Fermo, yang awalnya menolak kasus Dalila, dengan kalimat putus asa, "Entah saya mati, atau dia mati. Kalian putuskan harus bagaimana!"
Diagnosis "anoreksia nervosa" akhirnya menjadi titik terang. "Saat mereka bilang ini anoreksia nervosa, saya berpikir: ini penyakit, bukan sekadar kemauan. Artinya, ada obatnya," tutur Rita. Sejak itu, hidup keluarga Brancaccio berubah total. Setiap hari berkutat dengan jadwal makan ketat, membeli makanan yang Dalila mau, dan memastikan putrinya selalu merasa hangat, bahkan dengan menyiapkan botol air panas setiap pagi karena tubuh Dalila terus-menerus kedinginan.
Dalila sendiri mengenang bagaimana tubuhnya "menghilang". Rita menambahkan, "Dia menjadi begitu kurus sampai sakit rasanya duduk di kursi. Saya sampai harus menaruh bantal agar dia tidak kesakitan." Ini bukan sekadar cerita pribadi, melainkan cerminan betapa serius dan kompleksnya anoreksia nervosa sebagai gangguan makan. Penyakit mental ini melibatkan distorsi citra tubuh dan ketakutan ekstrem terhadap kenaikan berat badan. Ini bukan pilihan gaya hidup atau "ulah", melainkan kondisi medis yang memerlukan penanganan medis dan psikologis intensif.
Kisah Dalila dan Rita juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi keluarga di seluruh dunia dalam mengenali gejala, mencari bantuan, dan mengakses layanan kesehatan mental yang memadai. Seringkali, kurangnya pemahaman publik dan stigma terhadap penyakit mental membuat proses ini makin berat. Perjuangan Rita untuk mendapatkan tempat di pusat spesialis adalah bukti nyata bahwa akses terhadap perawatan yang tepat masih menjadi isu krusial. Dalam perjalanan panjang penyembuhan anoreksia, peran keluarga sangat vital, namun mereka sendiri juga membutuhkan dukungan kuat untuk menghadapi tekanan emosional dan finansial yang tak sedikit.