Pertemuan politik tingkat tinggi sedang berlangsung di Beijing, China. Plenum Kelima Partai Komunis China (PKC) digelar secara tertutup selama empat hari sejak Senin, melibatkan sekitar 300 anggota Komite Pusat. Media negara menyebut forum ini akan membuka jalan bagi 'pengetatan disiplin' di internal partai.
Momen ini menjadi kesempatan bagi Xi Jinping untuk semakin memperkuat cengkeramannya atas kekuasaan, terlebih setelah serangkaian pembersihan besar-besaran terhadap pejabat senior. Plenum biasanya digelar minimal sekali setahun dan bersifat sangat rahasia. Ringkasan keputusan serta dokumen rinci baru akan dipublikasikan setelah pertemuan selesai pada Kamis mendatang.
Menariknya, lokasi pertemuan kali ini tidak diumumkan. Padahal, plenum-plenum sebelumnya rutin digelar di Hotel Jingxi, Beijing. Menurut bacaan dari Politbiro pada September lalu, plenum ini akan mengadopsi keputusan soal 'beberapa isu utama dalam memajukan tata kelola partai yang ketat dan menyeluruh'âyang dibaca sebagai upaya memastikan kepatuhan dan efektivitas pejabat partai di daerah.
Waktu pertemuan ini dinilai krusial karena hanya berselang setahun sebelum Kongres Partai berikutnya, di mana prioritas baru ditetapkan dan komite pusat baru dibentuk. Kongres itu hampir pasti akan kembali menunjuk Xi sebagai pemimpin negara, menyusul penghapusan batas masa jabatan. Plenum sebelumnya pernah dipakai untuk mendeklarasikan Xi sebagai 'inti' partai, menghapus batas jabatan, dan mengangkat filosofi pribadinyaâ'Pemikiran Xi Jinping'âke level yang sama dengan Ketua Mao.
Bagi para delegasi, forum ini bisa jadi momen yang menegangkan. Sebab, kursi-kursi kosong akibat pembersihan besar-besaran masih terasa. Tuduhan korupsi, termasuk 'korupsi moral', telah menyingkirkan banyak tokoh senior. Para ahli menilai 'korupsi moral' kerap dipakai untuk menindak mereka yang dianggap tidak loyal kepada Xi. Asia Society Policy Institute memperkirakan, dari 44 anggota militer yang diangkat ke Komite Pusat pada 2022, hanya dua yang belum tersingkir.
Dampak bagi Masyarakat: Pertemuan tertutup ini berdampak langsung pada arah kebijakan China ke depanâmulai dari ekonomi, sosial, hingga hubungan luar negeri. Ketika Xi semakin memperkuat kontrol, masyarakat bisa menghadapi kebijakan yang lebih ketat dan minim ruang kritik. Sementara itu, pembersihan internal partai berpotensi menciptakan ketidakpastian birokrasi yang berdampak pada layanan publik dan iklim investasi. Informasi dari media lain seperti Reuters dan AP menegaskan bahwa plenum ini juga menjadi sinyal bagi dunia tentang arah kepemimpinan China dalam lima tahun ke depan.