Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas. Kementerian Luar Negeri Rusia baru-baru ini melayangkan kecaman keras terhadap serangan drone yang menargetkan kapal tanker minyak komersial di dekat sebuah terminal di pesisir Laut Hitam Rusia.
Insiden yang terjadi pada hari Selasa itu, menurut Moskow, merupakan "serangan teroris" yang didalangi oleh rezim Kyiv. "Kami mengutuk keras serangan teroris lain yang dilakukan rezim Kyiv terhadap kapal sipil komersial yang mematuhi semua norma hukum internasional," demikian pernyataan tegas dari Kementerian Luar Negeri Rusia.
Rusia menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya ancaman terhadap infrastruktur mereka, tetapi juga pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional karena menargetkan kapal-kapal sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Namun, di tengah tudingan keras dari Moskow, pihak Ukraina hingga saat ini memilih untuk tidak memberikan komentar apa pun terkait insiden tersebut. Sikap bungkam Kyiv ini justru menambah misteri di balik serangan drone yang berpotensi memperburuk situasi di kawasan Laut Hitam.
Peristiwa ini menjadi babak baru dalam konflik yang terus berlanjut, menunjukkan bagaimana pertempuran kini meluas ke target-target non-militer dan semakin memperkeruh situasi keamanan di wilayah perairan strategis.