Perpindahan ke kendaraan listrik (EV) ternyata membawa tantangan baru bagi sebagian penumpang. Lola Baird (24), warga London Utara, mengaku baru merasakan mabuk perjalanan setelah sang kekasih membeli mobil listrik dua tahun lalu. Ia bahkan kerap meminta berhenti di pinggir jalan karena rasa mual yang hebat, sesuatu yang tidak pernah ia alami di mobil berbahan bakar bensin.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sejumlah penumpang dan orang tua melaporkan hal serupa kepada BBC News, mengeluhkan rasa pusing dan mual yang lebih intens saat berada di dalam EV. Dr Irene Di Giulio dari King's College London mengonfirmasi adanya indikasi bahwa sebagian orang memang mengalami mabuk perjalanan yang lebih parah di EV dibandingkan mobil konvensional.
Meski begitu, tidak semua penumpang merasakan dampak ini. Banyak pemilik EV justru mengaku merasa lebih nyaman karena kabin yang lebih senyap dan getaran yang minim. Para ahli, seperti Dr Bill Yates, menekankan bahwa penelitian mengenai hubungan antara EV dan mabuk perjalanan masih tahap awal. Diperlukan studi lebih mendalam untuk memastikan apakah karakteristik torsi instan dan pengereman regeneratif pada EV menjadi pemicu utama gangguan keseimbangan ini.