KODE BERDARAH DI LEBANON SELATAN - Berita Dunia
← Kembali

KODE BERDARAH DI LEBANON SELATAN

Foto Berita

BEIRUT - Perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran belum mampu menghentikan pertumpahan darah di Lebanon Selatan. Serangan udara Israel kembali menewaskan sedikitnya tiga warga sipil dalam 24 jam terakhir, Kamis (30/1/2025).

Laporan National News Agency (NNA) Lebanon menyebutkan, serangan drone Israel menghantam sebuah mobil di dekat kota Kfar Tebnit, menewaskan dua orang. Sementara satu korban jiwa lainnya tewas dalam serangan terpisah di Zabadin. Dua warga lainnya juga terluka akibat serangan drone di kota Beit Yahoun.

Ironisnya, agresi ini terjadi tepat sehari setelah Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan sementara yang menyerukan penghentian perang di semua lini, termasuk Lebanon. Kesepakatan itu juga mendesak Israel untuk menarik seluruh pasukan pendudukannya dari wilayah Lebanon.

Namun, militer Israel justru mengeluarkan peta terbaru yang menunjukkan posisi pasukannya di dalam Lebanon Selatan, yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon. Peta ini mengadopsi konsep 'Garis Kuning', sebuah kerangka zona militer yang mirip dengan yang diterapkan Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Yang lebih mengkhawatirkan, peta tersebut tidak hanya melanggar batas darat, tetapi juga mengklaim wilayah maritim Lebanon. Pakar hukum maritim menilai langkah ini melanggar perjanjian maritim Lebanon-Israel tahun 2022 yang ditengahi AS. Pelanggaran ini mengancam proyek gas Qana, yang hak eksplorasinya secara eksplisit dijamin untuk Lebanon dalam perjanjian tersebut.

Analis politik menilai, tekanan internal di Israel justru mendorong sikap garis keras. Politikus Partai Likud, Moshe Saada, secara terbuka mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk mengatakan 'cukup' kepada AS dan terus menggempur Lebanon tanpa batas. 'Menarik diri dari Lebanon saat ini adalah ancaman eksistensial bagi Israel,' ujarnya.

Di sisi lain, Hizbullah, yang merasa diperkuat oleh kesepakatan AS-Iran, terus membalas serangan. Militer Israel mengakui satu tentaranya tewas dan lainnya terluka dalam dua serangan Hizbullah di Lebanon Selatan. 'Hizbullah memberi tahu pemerintah Lebanon bahwa mereka tidak akan menerima perlucutan senjata,' lapor koresponden Al Jazeera dari Beirut, Zeina Khodr.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook