Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya mungkin akan meminta negara-negara Eropa untuk melepaskan cadangan diesel mereka. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan lonjakan harga diesel di AS yang dipicu oleh perang di Iran.
Permintaan ini disampaikan Trump kepada wartawan pada Kamis, tak lama setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mendesak Eropa untuk segera membuka cadangan mereka. Menurut Bessent, mitra Eropa harus mempercepat pengiriman komitmen yang ada dan menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan pasokan global saat ini.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menambahkan bahwa Prancis, Jerman, dan Italia diperkirakan akan menyambut baik jalur kerja sama dengan AS untuk mengembalikan pasar diesel. Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright sangat yakin Eropa dapat membantu meredakan harga global yang melonjak dengan melepaskan inventaris darurat.
Harga diesel di AS sendiri telah melonjak mencapai rekor $6,53 per galon pekan lalu. Data Komisi Eropa menunjukkan 12 negara anggota UE mencatat rekor tertinggi baru, termasuk Italia, Belgia, Rumania, dan Polandia. Lonjakan ini memicu pertimbangan pemerintahan Trump dan anggota parlemen Republik untuk membatasi ekspor diesel AS menjelang pemilu sela.
Prancis dan Jerman diketahui menguasai lebih dari sepertiga cadangan strategis diesel UE. Kepala Perdagangan UE, Maros Sefcovic, menilai larangan ekspor diesel AS adalah hal yang tak terduga dan akan berdampak buruk bagi ekonomi Eropa.
Analisis Dampak: Ketegangan ini menunjukkan betapa rentannya rantai pasokan energi global terhadap konflik geopolitik. Bagi masyarakat Eropa, permintaan AS ini bisa berarti risiko kelangkaan energi domestik jika cadangan terkuras, yang berpotensi memicu inflasi harga barang dan transportasi. Di sisi lain, jika AS benar-benar melarang ekspor, Eropa harus mencari sumber alternatif dengan harga lebih mahal, memperparah biaya hidup.