Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, buka suara terkait kontroversi masa jabatan Gianni Infantino. Ia menegaskan bahwa Infantino tidak memiliki dasar hukum untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA pada pemilihan 2027 mendatang.
Maduro mengacu pada Statuta FIFA Pasal 33 ayat 2 yang membatasi maksimal tiga periode kepemimpinan. Menurutnya, masa jabatan Infantino sejak 2016 hingga 2019 tetap dihitung sebagai satu periode penuh, meskipun saat itu ia menggantikan Sepp Blatter yang mengundurkan diri.
"Teks aturan itu jelas, tidak ada pengecualian untuk masa jabatan yang diperpendek," tegas Maduro dalam pernyataannya, Selasa (14/1).
Kritik ini diperkuat oleh organisasi hak asasi manusia, FairSquare, yang telah mengirim surat kepada 52 asosiasi anggota FIFA. Mereka mendesak agar Infantino dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) untuk maju kembali. FairSquare menyoroti keputusan Dewan FIFA pada Desember 2022 yang secara kontroversial menetapkan periode 2016-2019 tidak dihitung sebagai masa jabatan, tanpa alasan transparan.
Meski demikian, posisi Infantino masih sangat kuat. Dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan berbagai konfederasi lain menempatkannya di posisi terdepan di antara 211 pemilih. Situasi ini memunculkan kekhawatiran tentang melemahnya sistem checks and balances di tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.