FOTOGRAFER PERANG ABADIKAN KEPANIKAN TEHERAN DI BAWAH BOM - Berita Dunia
← Kembali

FOTOGRAFER PERANG ABADIKAN KEPANIKAN TEHERAN DI BAWAH BOM

Foto Berita

TEHERAN — Seorang fotografer jurnalis kelas dunia, Majid Saeedi, yang biasanya meliput konflik di berbagai negara, kini harus menghadapi kenyataan pahit: perang datang ke kotanya sendiri, Teheran. Ia mendokumentasikan kepanikan dan kehancuran saat ibu kota Iran dibombardir.

Saeedi, yang dikenal lewat foto-fotonya yang memenangkan penghargaan internasional, tiba-tiba harus berubah peran dari pengamat menjadi saksi sekaligus korban. Dalam film dokumenter berjudul 'Tehran War Diary' karya Ladan Anoushfar, ia merekam bagaimana bom menghancurkan lingkungan tempat tinggalnya, mengubah tempat ibadah menjadi puing, dan merenggut nyawa warga sipil.

Yang membuat situasi ini mencekam, Saeedi harus bekerja sendirian. Ia berjuang melawan pemadaman internet dan isolasi total, membuat proses pengiriman berita ke dunia luar menjadi sangat lambat. Kameranya kini bukan sekadar alat kerja, melainkan senjata untuk merekam sejarah yang mungkin akan hilang ditelan waktu.

Analisis Dampak: Kisah Saeedi ini membuka mata dunia bahwa perang bukan hanya soal strategi militer, tapi juga soal trauma kolektif. Saat seorang jurnalis andal pun merasa terisolasi, itu tanda bahwa infrastruktur komunikasi dan kemanusiaan di Teheran sudah di ambang batas. Dari sisi geopolitik, dokumentasi ini bisa menjadi bukti kuat di pengadilan internasional jika nanti ada tudingan kejahatan perang. Masyarakat global perlu menyadari bahwa di balik angka korban, ada kehidupan nyata yang hancur—dan foto-foto Saeedi adalah saksi bisu yang paling jujur.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook