Kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions membuat Manchester United semakin terpuruk. Pelatih Michael Carrick mengakui penampilan timnya 'tidak bisa diterima' dan 'sulit untuk ditonton'. Kekalahan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan United menjadi tujuh pertandingan di semua kompetisi, termasuk start terburuk Liga Premier dalam 40 tahun terakhir.
Carrick menyatakan tidak memikirkan posisinya sendiri meski tekanan semakin besar. Ia menegaskan tetap mendatangi fans sebagai bentuk apresiasi, bukan karena alasan khusus terkait spekulasi pemecatan. United tertinggal cepat lewat gol Nico Paz di menit kedua, menjadikan mereka tim Inggris pertama yang kebobolan dalam dua menit awal di dua laga Eropa berturut-turut.
Como, tim debutan Liga Champions asuhan Cesc Fabregas, tampil superior dan unggul 4-0 sebelum Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan di injury time. Carrick menyebut performa timnya malam itu 'benar-benar kebalikan' dari semangat yang ditunjukkan saat melawan Leeds. Ia mengaku marah dan frustrasi, dan menekankan banyak hal harus dibenahi sebelum laga melawan Bournemouth akhir pekan ini.
Dampak bagi masyarakat: Kekalahan ini memicu kemarahan dan kekecewaan besar di kalangan penggemar United, yang semakin kehilangan kepercayaan pada manajemen klub. Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menjadi pengingat bahwa klub raksasa sekalipun bisa terpuruk jika tidak ada perbaikan fundamental. Informasi penting lainnya: United kini berada di ambang krisis, dan laga melawan Bournemouth akan menjadi penentu apakah Carrick masih dipercaya atau tidak.