Lionel Messi kembali membuktikan statusnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Di usia 39 tahun, megabintang Argentina itu menjadi mimpi buruk bagi Inggris dengan dua assist gemilang yang membawa timnya menang 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026.
Bermain di Atlanta, Inggris unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55. Namun, Argentina bangkit dengan dominasi luar biasa. Messi yang awalnya bermain di tengah, kemudian pindah ke sisi kanan dan membuat pertahanan Inggris kocar-kacir.
Hingga akhir laga, Messi mencatatkan sembilan dribel sukses—lebih banyak dari total seluruh pemain Inggris yang hanya tujuh kali. Ia juga menciptakan empat peluang dan melepaskan sembilan umpan silang. Dua assist krusialnya tercipta lewat skema sepak pojok untuk gol Enzo Fernandez (85') dan umpan silang matang untuk gol Lautaro Martinez di masa injury time.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan, "Dia pemain terbaik dalam sejarah. Sebagian besar orang Spanyol juga mencintainya."
Mantan bek Inggris Micah Richards menambahkan, "Mereka punya Lionel Messi. Mereka punya GOAT (Greatest of All Time). Ini soal momen. Kami pikir momen itu milik Jude Bellingham atau Harry Kane, tapi inilah kenapa dia adalah rajanya."
Kemenangan ini membawa Argentina ke final Piala Dunia kedua berturut-turut. Mereka akan berhadapan dengan Spanyol—negara tempat Messi menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Barcelona—di New Jersey.
Analisis Dampak: Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel. Strategi bertahan usai unggul justru menjadi bumerang karena memberi ruang bagi Messi untuk menunjukkan keajaibannya. Bagi Argentina, ini membuktikan bahwa regenerasi tidak perlu dilakukan secara paksa selama masih ada Messi. Final melawan Spanyol akan menjadi duel emosional, mengingat Messi adalah ikon La Liga selama bertahun-tahun.