GAZA MENCEKAM: GENCATAN SENJATA CUMA OMONG KOSONG, SERANGAN ISRAEL LANJUT - Berita Dunia
← Kembali

GAZA MENCEKAM: GENCATAN SENJATA CUMA OMONG KOSONG, SERANGAN ISRAEL LANJUT

Foto Berita

Situasi di Jalur Gaza kembali memanas dan mencekam. Pasukan Israel diketahui melancarkan sejumlah serangan ke berbagai wilayah kantung Palestina tersebut, termasuk di Gaza utara, selatan, dan tengah. Ini terjadi lagi-lagi meski 'gencatan senjata' yang seharusnya berlaku sejak Oktober lalu kerap digembor-gemborkan. Ironisnya, 'gencatan senjata' ini nyaris tak berarti karena Israel terus melanggarnya hampir setiap hari sejak 10 Oktober.

Laporan layanan darurat menyebut, dua warga Palestina tewas akibat serangan Israel di wilayah Jabalia dan Beit Lahiya, Gaza utara. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza pada Jumat kemarin. Tak hanya itu, di Khan Younis, Gaza selatan, Israel menghantam sebuah rumah warga. Militer Israel beralasan serangan itu adalah respons setelah tentara mereka ditembak di dekat 'garis kuning'—zona penyangga yang dibuat Israel. Menurut kesaksian Saleh Abu Hatab, warga setempat, rumahnya dibom hanya setengah jam setelah dikosongkan, padahal lokasinya persis di seberang sekolah yang menjadi tempat pengungsian.

Serangan brutal ini bukan yang pertama kali. Dua hari sebelumnya, pada Rabu, setidaknya 23 warga Palestina tewas, menjadikan hari itu salah satu yang paling mematikan sejak 'gencatan senjata' yang dimediasi AS dimulai awal Oktober. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan, total sudah 574 orang tewas dan 1.518 lainnya luka-luka akibat serangan Israel selama periode 'gencatan senjata' ini. Di lain sisi, meski dengan banyak hambatan dan keterbatasan, penyeberangan Rafah di perbatasan Mesir mulai dibuka parsial. Ini memungkinkan 21 warga Palestina yang sempat terdampar di Mesir akhirnya kembali bertemu keluarga di Gaza selatan. Namun, pembukaan Rafah yang tersendat-sendat ini, terutama untuk pasien yang butuh perawatan di luar negeri, seolah mengukuhkan janji 'gencatan senjata' yang hanya manis di bibir saja, tanpa dampak nyata bagi keselamatan dan kemanusiaan warga Gaza.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook