Phnom Penh, Kamboja - Sebuah investigasi eksklusif dari program 101 East (Al Jazeera) membongkar sisi gelap dari salah satu proyek properti paling ambisius di Kamboja. Di balik citra mewah proyek Long Bay yang digadang-gadang sebagai destinasi wisata kelas dunia, tersimpan dugaan praktik kriminal yang mengerikan.
Investigasi ini menyoroti sosok Deng Pibing, seorang miliarder kelahiran China yang telah lama membangun reputasinya sebagai pengusaha sukses dan dermawan di Kamboja. Namun, laporan tersebut mengungkap bahwa di balik kemegahan bisnisnya, terdapat tuduhan operasi scam factory (pabrik penipuan online) hingga pesta narkoba yang menyerupai kerajaan kriminal.
Tim investigasi yang menyamar menemukan bukti bahwa kekaisaran bisnis Deng Pibing diduga kuat dibangun di atas fondasi korupsi dan eksploitasi. Proyek Long Bay disebut bukan sekadar kawasan wisata, melainkan kedok untuk aktivitas ilegal yang merugikan banyak pihak.
Dampak bagi Masyarakat: Temuan ini menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata dan investasi Kamboja. Bagi masyarakat internasional, ini adalah peringatan keras terhadap modus kejahatan lintas negara yang seringkali bersembunyi di balik investasi properti mewah. Kasus ini juga menyoroti urgensi pengawasan terhadap aliran dana asing yang masuk ke Asia Tenggara, yang seringkali disalahgunakan untuk pencucian uang dan kejahatan siber.