Panggung politik Amerika Serikat kembali memanas. Administrasi mantan Presiden Donald Trump dikabarkan melancarkan serangkaian investigasi pidana terhadap sejumlah tokoh terkemuka dari Partai Demokrat, termasuk Walikota Minneapolis Jacob Frey dan Gubernur Minnesota Tim Walz. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya intimidasi politik di tengah sorotan tajam atas operasi imigrasi brutal.
Kabar mengenai penyelidikan ini pertama kali dihembuskan oleh beberapa media, termasuk CBS News, pada hari Jumat. Departemen Kehakiman AS dilaporkan tengah mengusut Frey dan Walz atas dugaan menghalangi penegakan hukum federal melalui pernyataan publik. Walz sendiri adalah kandidat wakil presiden dari Demokrat untuk pemilihan 2024.
Walikota Frey tidak tinggal diam. Melalui akun X (Twitter)-nya, ia menegaskan tidak akan gentar. "Ini jelas upaya mengintimidasi saya karena membela Minneapolis, aparat penegak hukum lokal, dan warga dari kekacauan serta bahaya yang dibawa Pemerintahan ini ke kota kami," tulis Frey. Ia menambahkan bahwa fokusnya tetap pada menjaga keamanan kota.
Gubernur Walz juga merespons dengan tajam, meski tidak secara langsung mengonfirmasi penyelidikan terhadapnya. Ia menyatakan, "Mempersenjatai sistem peradilan dan mengancam lawan politik adalah taktik otoriter yang berbahaya." Walz juga menyebut beberapa nama lain yang disebut-sebut menjadi target investigasi Trump, seperti Senator Elissa Slotkin dan Mark Kelly, serta bahkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Senator Kelly dari Arizona dan Slotkin dari Michigan sebelumnya diselidiki setelah muncul dalam video yang mendesak anggota militer untuk menolak "perintah ilegal" dari atasan. Sementara itu, penyelidikan terhadap Powell, Ketua The Fed yang sedang menjabat, disebut sebagai yang pertama kalinya terjadi.
Gelombang investigasi ini berlangsung di tengah terkuaknya detail baru kematian Renee Nicole Good, seorang warga Minneapolis yang tewas ditembak petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Federal (ICE) Jonathan Ross pekan lalu. Catatan pemadam kebakaran menunjukkan Good ditemukan tak sadarkan diri di mobilnya dengan empat luka tembak, termasuk di kepala dan dada. Ia dinyatakan meninggal kurang dari satu jam setelah kejadian.
Pemerintahan Trump mengklaim bahwa petugas ICE yang menembak Good bertindak membela diri, dan hingga kini belum ada tuntutan yang diajukan kepadanya. Bahkan, para pejabat tinggi Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan penasihat Gedung Putih Stephen Miller, menegaskan bahwa petugas ICE memiliki "kekebalan mutlak" atas tindakan mereka. Situasi ini semakin memperuncing ketegangan politik dan hukum di Negeri Paman Sam.