Jakarta - Ketegangan di kawasan Eropa Timur kembali memanas. Polandia dan negara-negara sekutu NATO lainnya meningkatkan kewaspadaan militer setelah serangan Rusia dilaporkan semakin mendekati perbatasan mereka.
Otoritas Angkatan Bersenjata Polandia mengerahkan jet tempur pada Jumat lalu sebagai respons terhadap serangan udara Rusia yang menyasar wilayah Ukraina bagian barat, tepat di perbatasan Polandia. Meski tidak ada pelanggaran wilayah udara yang tercatat, langkah ini menegaskan kekhawatiran yang meningkat terhadap potensi eskalasi konflik.
Dampak serangan ini sangat terasa bagi warga sipil. Di wilayah Volyn, Ukraina barat, serangan memutus aliran listrik ke 370.000 orang. Sementara itu, serangan drone di Kharkiv dan Uman menelan korban jiwa dan luka-luka. Krisis energi juga melanda Kyiv, di mana pemadaman listrik darurat terpaksa diberlakukan oleh perusahaan listrik swasta DTEK.
Ketegangan tidak hanya terjadi di darat. Di laut, serangkaian serangan drone terhadap kapal kargo di lepas pantai Rumania dan Bulgaria menewaskan serta menghilangkan 25 orang dalam beberapa pekan terakhir. Insiden ini memicu kemarahan Bulgaria, yang kemudian memanggil duta besar Rusia dan secara resmi meminta NATO untuk mengerahkan pesawat tempur serta sistem anti-drone guna memperkuat pertahanan mereka.
Di sisi lain, Rusia mengklaim telah menembak jatuh 644 drone Ukraina dalam semalam, dengan 94 di antaranya menargetkan Moskow. Serangan balasan Ukraina ini sempat melumpuhkan operasional empat bandara di Moskow dan bandara di St. Petersburg. Meski Ukraina sukses menargetkan infrastruktur energi Rusia, strategi ini menuai kritik dari Presiden AS Donald Trump yang menyalahkan Ukraina atas lonjakan harga minyak global.