OPERASI FAJAR YEMEN: 1.860 MILITAN HOUTHI DIKLAIM TEWAS - Berita Dunia
← Kembali

OPERASI FAJAR YEMEN: 1.860 MILITAN HOUTHI DIKLAIM TEWAS

Foto Berita

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengklaim telah menetralisir 1.860 pejuang Houthi dalam operasi militer besar-besaran bertajuk 'Fajar Yaman'. Juru bicara militer pemerintah menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan 2.103 operasi penargetan presisi terhadap posisi militer Houthi di berbagai front sejak operasi dimulai.

Operasi ini diumumkan langsung oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, pada Minggu lalu. Tujuannya ambisius: merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Sanaa yang telah dikuasai kelompok yang didukung Iran tersebut sejak 2014.

Pertempuran dalam beberapa hari terakhir terpusat di sekitar Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang semakin vital bagi ekspor energi global. Pemerintah Yaman juga melancarkan operasi untuk merebut wilayah strategis di dekat selat tersebut dan sekitar kota Mocha.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman melaporkan telah menghancurkan 82 target militer Houthi di beberapa provinsi. Target tersebut mencakup situs rudal balistik, pusat komando, sistem komunikasi, serta gudang senjata dan rudal.

Eskalasi ini merupakan respons terhadap serangan Houthi pada Selasa dan Rabu yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha. Otoritas penerbangan sipil Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Analisis Dampak: Operasi 'Fajar Yaman' menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung hampir satu dekade. Bagi masyarakat Yaman, operasi ini membawa harapan pembebasan dari pemerintahan Houthi, namun juga kekhawatiran akan korban sipil yang meningkat. Bagi masyarakat global, terutama Indonesia, gangguan di Selat Bab al-Mandeb berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan biaya logistik, mengingat jalur ini merupakan alternatif krusial setelah ketegangan di Selat Hormuz. Stabilitas kawasan Timur Tengah semakin terancam dengan serangan langsung ke infrastruktur sipil Saudi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook