Wali Kota Houston, John Whitmire, secara resmi memerintahkan jajaran kepolisian kota untuk membatasi kerja sama dengan otoritas imigrasi federal (ICE). Kebijakan baru ini menandai perpecahan tajam dengan Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott, yang baru saja kalah dalam pemilihan ulang. Langkah Whitmire ini menyusul kemenangan gemilang Partai Demokrat di Texas pada pemilu sela pekan ini.
Whitmire menegaskan bahwa instruksi tersebut diambil untuk memulai proses pemulihan dan mengurangi rasa takut serta kecemasan di tengah masyarakat. "Saya melakukan ini karena saya tahu bahwa pemilu itu penting," ujarnya. Perubahan kebijakan ini juga dipicu oleh insiden penembakan fatal yang dilakukan petugas ICE terhadap seorang pria yang sedang dalam perjalanan ke tempat kerja, yang memicu gelombang protes publik selama berbulan-bulan di Houston.
Di bawah aturan baru, Kepala Kepolisian Houston, Noe Diaz, menyatakan bahwa polisi hanya akan menghubungi ICE jika seseorang yang ditangkap karena pelanggaran pidana juga memiliki surat perintah administratif dari ICE. Untuk pelanggaran lalu lintas ringan, petugas tidak lagi diwajibkan melaporkan status imigrasi individu tersebut ke basis data federal. Whitmire juga mendesak Kongres untuk mereformasi aturan imigrasi federal, menekankan perlunya pelatihan yang lebih baik, penggunaan kamera tubuh, dan teknik de-eskalasi bagi petugas ICE.
Langkah Houston ini menuai kritik dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS, yang menyatakan kekecewaannya terhadap politisi yang membatasi kerja sama penegakan hukum. Sementara itu, kota lain di Texas, Austin, dilaporkan mulai menerapkan kebijakan serupa. Perubahan ini terjadi di tengah lanskap politik Texas yang berubah drastis, di mana Demokrat tidak hanya menguasai Kongres, tetapi juga berhasil memenangkan kursi gubernur melalui Gina Hinojosa, gubernur Demokrat pertama sejak 1995.