Jakarta - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memerintahkan empat astronotnya untuk bersiap-siap mengungsi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Perintah darurat ini dikeluarkan setelah badan antariksa Rusia, Roscosmos, melakukan perbaikan pada kebocoran udara yang semakin parah di modul milik mereka.
Keputusan ini diambil pada Jumat (5/6) waktu setempat. Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengonfirmasi bahwa kebocoran terjadi di terowongan modul layanan Zvezda, bagian dari segmen Rusia di ISS. Masalah retak dan bocor ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun kebocoran baru muncul saat proses perbaikan.
"Sebagai langkah kewaspadaan ekstrem, NASA mengarahkan keempat astronot misi Crew-12 untuk berlindung di kapsul transportasi Dragon milik SpaceX," ujar Stevens. Kru tersebut terdiri dari dua astronot AS, satu astronot Perancis, dan satu astronot Rusia. Mereka diminta bersiaga di dalam kapsul tersebut selama proses perbaikan berlangsung.
ISS yang mengorbit Bumi sejak 1998 ini dikelola oleh lima badan antariksa dunia, termasuk Eropa, Jepang, dan Kanada. Namun, operasi sehari-hari dikendalikan oleh NASA dan Roscosmos. Saat ini, total ada tujuh astronot yang tinggal dan bekerja di fasilitas orbital tersebut.
Analisis Dampak: Insiden ini menyoroti kerapuhan infrastruktur ISS yang sudah menua. Kebocoran di modul Rusia bukanlah pertama kalinya, dan ini menunjukkan adanya tekanan struktural serius. Jika tidak segera diatasi, situasi ini bisa mengancam keselamatan kru dan memaksa evakuasi total. Langkah NASA yang memerintahkan astronot berlindung di kapsul penyelamat adalah protokol standar yang menunjukkan tingkat risiko yang tinggi. Ini juga menjadi pengingat betapa pentingnya kolaborasi internasional di luar angkasa, namun juga betapa rentannya misi jika salah satu mitra mengalami masalah teknis besar.