Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas! Sebuah ledakan besar disusul kobaran api melanda sebuah gedung bertingkat tinggi di Erbil, Irak utara, kemarin malam. Insiden mengerikan ini terjadi di tengah rentetan serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan wilayah Kurdi, menimbulkan kekhawatiran baru akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Menurut laporan saksi mata dan beberapa media, gedung yang dilalap api itu dilaporkan berada tak jauh dari Konsulat Amerika Serikat di Erbil. Serangan Iran dalam 24 jam terakhir memang menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk pangkalan militer AS di bandara setempat. Sayangnya, dampak serangan ini tidak main-main. Sedikitnya enam pejuang Peshmerga, pasukan pertahanan Kurdi Irak, dilaporkan tewas dalam serangkaian gempuran tersebut.
Serangan ini bukan kali pertama Iran mengincar wilayah Kurdi Irak. Teheran kerap menuding wilayah tersebut menjadi sarang kelompok separatis Kurdi Iran yang dianggap teroris, serta basis operasi intelijen musuh, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Insiden terbaru ini jelas memperparah situasi keamanan dan berpotensi memicu balasan atau setidaknya meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan itu untuk melindungi aset dan personelnya. Masyarakat sipil di Erbil kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan serangan susulan, sementara stabilitas regional terancam di ujung tanduk.