Hubungan antara Kanada dan Uni Eropa (EU) tengah memasuki babak baru yang lebih intim. Dalam KTT dua hari di Montreal yang berakhir Jumat (21/6), kedua pihak membahas penguatan kerja sama yang jauh lebih dalam dari biasanya. Isu utama yang mencuat adalah usulan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, untuk membuka pintu bagi Kanada menjadi 'anggota asosiasi'—status yang belum pernah ada dalam sejarah blok tersebut.
Usulan ini muncul setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berpidato di Parlemen Eropa dan menegaskan bahwa Kanada dan Eropa akan 'lebih kuat bersama' dalam menghadapi gejolak geopolitik global. Namun, rencana ini tidak sepenuhnya mulus. Jerman dan beberapa negara anggota lainnya dilaporkan merasa 'terkejut' dengan istilah 'anggota asosiasi' tersebut.
Duta Besar Jerman untuk Kanada, Matthias Lüttenberg, menyatakan bahwa istilah itu biasanya digunakan untuk negara yang ingin bergabung penuh, seperti Ukraina dan Moldova. Jerman khawatir Kanada mendapat perlakuan istimewa dibanding negara lain yang juga ingin mendekat ke EU. Akibatnya, dalam draf pernyataan KTT, frasa 'anggota asosiasi' dihapus dan diganti dengan bahasa yang lebih lunak, yaitu 'asosiasi yang semakin erat'.
Meski begitu, kedua belah pihak menegaskan bahwa Kanada tidak akan membayar iuran keanggotaan seperti negara EU lainnya. Fokus utama kerja sama ini adalah pada sektor pertahanan, mineral kritis, riset, dan perdagangan. Selain itu, akan ada kesempatan lebih besar bagi pelajar untuk menimba ilmu di kedua wilayah. Bagi masyarakat umum, kesepakatan ini berpotensi membuka lebih banyak lapangan kerja di sektor energi dan teknologi, serta mempermudah akses pendidikan lintas benua.