Bek Manchester United, Lisandro Martinez, akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ini terjadi setelah dia mengkritik tajam manajemen klub menyusul kekalahan memalukan dari Atletico Madrid di Liga Champions. Permintaan maaf ini disampaikan Martinez melalui unggahan di Instagram pada Kamis lalu, setelah dirinya menggelar pertemuan tertutup dengan manajer Michael Carrick dan para petinggi klub di pusat latihan.
Dalam pertemuan tersebut, Martinez mengaku bahwa emosinya tidak terkontrol saat itu. Ia menyadari bahwa kritiknya mengenai kurangnya investasi pemain baru disampaikan pada waktu dan tempat yang salah. Pemain asal Argentina itu menegaskan bahwa dirinya sangat mencintai klub dan hanya ingin melihat Manchester United kembali berjaya. Meski begitu, sejumlah media Inggris melaporkan bahwa pihak klub tetap menjatuhkan sanksi denda kepada Martinez atas pernyataannya tersebut, meskipun pihak internal enggan merinci besaran dendanya.
Analisis Dampak: Insiden ini menyoroti ketegangan yang sedang terjadi di tubuh Manchester United. Dengan posisi tim yang saat ini terpuruk di peringkat 13 klasemen sementara Premier League—menjadi start terburuk dalam 40 tahun terakhir—tekanan terhadap manajemen dan staf pelatih semakin besar. Permintaan maaf Martinez mungkin menutup polemik di ruang publik, tetapi secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa ada masalah fundamental dalam strategi transfer dan performa tim yang harus segera dibenahi sebelum mereka kehilangan peluang lebih jauh di kompetisi domestik maupun Eropa.