TIMUR TENGAH MENCEKAM: AS-ISRAEL DAN IRAN SALING SERANG! - Berita Dunia
← Kembali

TIMUR TENGAH MENCEKAM: AS-ISRAEL DAN IRAN SALING SERANG!

Foto Berita

Tensi di Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara gabungan ke sejumlah target di Iran. Aksi ini langsung dibalas Teheran dengan menembakkan rudal ke fasilitas militer AS yang berlokasi di beberapa negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Kuwait, serta menargetkan wilayah Israel. Saling serang ini memicu keprihatinan mendalam dan seruan untuk menahan diri dari berbagai penjuru dunia.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika kini terlibat dalam 'operasi tempur besar' untuk 'menghilangkan ancaman dari rezim Iran'. Ia berjanji akan menghancurkan industri rudal dan angkatan laut Iran, sembari secara terbuka mengajak rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka. Keterlibatan AS dalam serangan ini menuai kritik, mengingat Washington masih terlibat dalam negosiasi nuklir dengan Teheran.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim serangan gabungan yang telah direncanakan berbulan-bulan ini bertujuan untuk menghilangkan 'ancaman eksistensial' yang ditimbulkan Iran. Ia juga berharap serangan ini bisa 'menciptakan kondisi agar rakyat Iran yang berani bisa menentukan nasib mereka sendiri'.

Iran melalui Kementerian Luar Negerinya menuduh AS dan Israel melanggar Piagam PBB dan berjanji akan membalas dengan keras. Teheran menegaskan, 'semua aset dan kepentingan Amerika serta Israel di Timur Tengah telah menjadi target sah' dan 'tidak ada lagi garis merah setelah agresi ini'.

Kecemasan global atas eskalasi konflik ini sangat terasa. Uni Eropa, melalui Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, menyerukan semua pihak untuk 'menahan diri semaksimal mungkin, melindungi warga sipil, dan menghormati penuh hukum internasional'.

Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Mirjana Spoljaric, mengingatkan pentingnya menghormati aturan perang dan mendesak kemauan politik untuk mencegah 'kematian dan kehancuran lebih lanjut'. Ia memperingatkan adanya 'reaksi berantai berbahaya' dari eskalasi militer di seluruh Timur Tengah, yang berpotensi membawa 'konsekuensi dahsyat bagi warga sipil'.

Oman, sebagai mediator utama dalam negosiasi AS-Iran, menyatakan kekecewaannya. Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi mendesak Washington 'agar tidak semakin terseret' dalam konflik, karena hal itu tidak akan melayani kepentingan AS maupun perdamaian global. Pihak Oman meminta semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer.

Eskalasi konflik bersenjata antara kekuatan besar di Timur Tengah ini diperkirakan akan memiliki dampak luas. Harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam, mengancam stabilitas ekonomi global yang masih rapuh. Selain itu, potensi krisis kemanusiaan dan gelombang pengungsian bisa saja terjadi, mengingat wilayah tersebut sudah rentan. Masyarakat internasional kini menanti langkah diplomatik konkret agar ketegangan ini tidak berubah menjadi perang regional atau bahkan global yang tak terkendali.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook