Meksiko kembali diguncang kasus penculikan yang menyasar insan pers. Roxana Guzmán, seorang jurnalis asal Meksiko, kini telah hilang selama lebih dari dua pekan tanpa kabar. Peristiwa ini memicu gelombang kekhawatiran baru di kalangan wartawan dan pegiat kebebasan pers.
Penculikan Guzmán menjadi bukti nyata bahwa kekerasan terhadap jurnalis di Meksiko semakin brutal dan berlangsung tanpa ada efek jera. Data dari organisasi pelindung jurnalis menunjukkan bahwa sebagian besar kasus penyerangan terhadap wartawan di negara itu tidak pernah tersentuh hukum. Para pelaku menikmati impunitas yang nyaris sempurna.
Fenomena ini tidak hanya mengancam nyawa jurnalis, tetapi juga membungkam suara-suara kritis di Meksiko. Ketika wartawan hidup dalam ketakutan, publiklah yang pada akhirnya dirugikan karena akses terhadap informasi yang kredibel menjadi semakin terbatas. Kasus Roxana Guzmán adalah alarm keras bagi dunia bahwa kebebasan pers di Meksiko sedang berada di ambang jurang.