Tekanan terhadap Michael Carrick sebagai manajer Manchester United kini mencapai titik kritis. Kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu (waktu setempat) membuat Setan Merah tak pernah menang dalam delapan pertandingan beruntun di semua kompetisi. Posisi mereka di klasemen pun makin mengkhawatirkan, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.
Dalam wawancara usai laga dengan Sky Sports, Carrick mengaku situasinya memang berat. Ia menegaskan akan selalu melakukan yang terbaik untuk klub, tetapi tak bisa memastikan masa depannya. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," ujarnya. Ketika ditanya soal kemungkinan dipecat, ia menjawab santai dan memahami situasi yang ada.
Menariknya, keputusan Carrick mencadangkan kapten Bruno Fernandes sepanjang pertandingan menjadi sorotan. Fernandes, yang musim lalu dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League, sebelumnya mengkritik taktik Carrick usai kekalahan 4-1 dari Como. Carrick menyebut keputusannya murni alasan sepak bola, meski banyak yang menilai itu bentuk hukuman.
Meski hasil buruk, para penggemar United sempat memberikan dukungan kepada Carrick saat ia meninggalkan lapangan, sebelum akhirnya melampiaskan kekecewaan kepada para pemain. Carrick mengaku emosinya campur aduk dan butuh waktu untuk mencerna dukungan tersebut.
Carrick sendiri baru menandatangani kontrak dua tahun pada Mei lalu setelah sukses sebagai pelatih caretaker yang membawa United finis ketiga musim lalu. Namun, sejak itu performa tim terus menurun. Minimnya belanja pemain di bursa transfer—hanya mendatangkan tiga gelandang: Youri Tielemans, Andrey Santos, dan Carlos Baleba—diakui Carrick bukan alasan pembenaran atas buruknya hasil.
Dampaknya bagi masyarakat, khususnya penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menjadi tontonan menarik sekaligus peringatan bahwa klub sebesar United pun bisa terpuruk jika manajemen dan performa tidak selaras. Informasi dari media lain menyebutkan bahwa kekalahan ini memicu gelombang protes di media sosial, dengan tagar #CarrickOut mulai ramai dibicarakan. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin United harus berjuang keras menghindari degradasi untuk pertama kalinya dalam era Premier League.