GOL PERDANA DI PIALA DUNIA, AYARI PILIH SUJUD BUKAN BERSORAK - Berita Dunia
← Kembali

GOL PERDANA DI PIALA DUNIA, AYARI PILIH SUJUD BUKAN BERSORAK

Foto Berita

MONTERREY - Debut impian Yassin Ayari di Piala Dunia 2026 ternyata dibalut dilema batin yang dalam. Gelandang Swedia berusia 22 tahun itu sukses mencetak dua gol ke gawang Tunisia pada laga Grup H di Monterrey, namun ia memilih menahan euforia dan langsung bersujud setelah gol pertamanya di menit ke-7.

Aksi itu bukan tanpa alasan. Ayari ternyata memiliki darah Tunisia dari sang ayah, Azzouz Ayari, yang merantau ke Swedia. Meski lahir dan besar di Swedia, ia mengaku tak bisa berpura-pura bahwa akar budayanya hilang. "Itu hanya naluri. Saya menghormati negara ayah saya," ujarnya dikutip dari Aftonbladet.

Menariknya, Ayari sempat ditawari masuk skuad Tunisia empat tahun lalu. Namun, ayahnya justru mendorongnya untuk membela Swedia sebagai bentuk balas budi pada negara yang telah membesarkannya. "Dia harus merasa memberi kembali pada negara yang merawatnya," kata Azzouz.

Keputusan itu kini terbukti manis. Selain mencetak gol pembuka, Ayari kembali menjebol gawang Tunisia pada menit ke-95. Kali ini, ia merayakannya dengan penuh semangat di hadapan pendukung Swedia. Kisah ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan, tapi juga panggung identitas dan rasa hormat pada dua tanah air.

Analisis: Fenomena pemain diaspora seperti Ayari kian umum di Piala Dunia. FIFA mencatat lebih dari 20% pemain di turnamen ini memiliki kewarganegaraan ganda atau latar belakang imigran. Kisah Ayari menjadi cermin bagaimana integrasi budaya bisa berjalan tanpa harus meninggalkan akar leluhur. Sikapnya yang memilih sujud juga menunjukkan sisi religius yang jarang terekspos di panggung sepak bola global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook