Washington, DC - Gedung Putih resmi mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menilai kelayakan Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook. Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump berupaya keras mencopot Cook dari kursinya, meski upaya tersebut sempat terganjal oleh keputusan pengadilan.
Komite beranggotakan tiga orang ini memiliki tugas spesifik: mengumpulkan bukti dan melaporkan kepada Presiden apakah ada 'alasan cukup' untuk memecat Cook. Tuduhan utamanya adalah dugaan pernyataan palsu terkait dokumen hipotek pada 2021, sebelum ia bergabung dengan bank sentral.
Menurut pemberitahuan resmi yang dipublikasikan di situs web Gedung Putih, komite ini akan menggelar sidang dengar pendapat pada 5 November mendatang. Dalam agenda tersebut, Cook diwajibkan hadir untuk menjawab pertanyaan terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Konflik antara Trump dan Cook bukan hal baru. Sejak Agustus 2025, Trump memang gencar berupaya menyingkirkan Cook, yang ditunjuk oleh Presiden Joe Biden pada 2022 dan masa jabatannya seharusnya berlangsung hingga 2038. Upaya pemecatan ini sempat memicu gugatan hukum dari Cook, dan pada September 2025, seorang hakim federal memblokir pemecatannya. Mahkamah Agung AS pun sempat menolak permintaan Trump untuk mencopot Cook selama proses hukum berjalan.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan bahwa Presiden tidak bisa sembarangan memecat gubernur The Fed tanpa 'alasan yang memadai' dan harus mengikuti proses yang jelas. Tekanan politik Trump terhadap The Fed juga semakin terlihat, terutama karena ia mendesak bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Bahkan, Trump sempat mengancam hanya akan menunjuk orang yang sepaham dengannya soal pemangkasan suku bunga, yang berujung pada penunjukan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell.
Di tengah tensi geopolitik dengan Iran dan tekanan pasar minyak, The Fed baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen menjadi 3,75-4 persen pada bulan lalu. Ini adalah kenaikan pertama dalam tiga tahun. Menjelang pemilu sela, pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, namun drama politik antara Gedung Putih dan bank sentral ini dipastikan tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar dan masyarakat.