Presiden Rusia Vladimir Putin secara terang-terangan memposisikan Moskow sebagai mitra paling ideal bagi benua Afrika. Dalam pidatonya di depan puluhan pemimpin negara Afrika, ia menuding negara-negara Barat masih bernafsu mengeruk kekayaan alam Afrika dengan gaya kolonial.
Pernyataan ini disampaikan Putin saat membuka KTT Rusia-Afrika yang berlangsung dua hari di Kremlin. Ajang ini menjadi panggung bagi Rusia untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan yang selama ini didominasi oleh kekuatan Barat.
Analisis Dampak: Langkah Putin ini bukan sekadar retorika diplomasi. Bagi masyarakat Afrika, narasi 'anti-kolonial' ini bisa menjadi daya tarik politik yang kuat, mengingat sejarah kelam penjajahan di benua tersebut. Namun, di sisi lain, masyarakat internasional perlu mencermati apakah tawaran Rusia ini benar-benar membawa kesejahteraan, atau justru hanya menggantikan ketergantungan lama dengan ketergantungan baru. KTT ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan geopolitik antara Rusia dan Barat semakin memanas, dengan Afrika sebagai medan pertempurannya.