Persaingan gelar Premier League musim ini mendadak memanas. Arsenal berhasil menyamai poin Manchester City di puncak klasemen setelah menang 2-0 atas Everton di tengah hujan deras di Emirates Stadium, Sabtu (waktu setempat). Hasil ini memanfaatkan momen langka: kekalahan pertama City musim ini.
City sebelumnya takluk 2-1 di markas Aston Villa. Dua gol Nicolas Jackson menjadi mimpi buruk bagi pasukan Pep Guardiola, sekaligus mengakhiri rekor sempurna mereka di awal liga. Kemenangan Villa ini jadi yang ketiga beruntun atas City di liga, meski laga berlangsung di bawah bayang-bayang temuan komisi independen soal 114 pelanggaran aturan finansial Premier League yang membelit City.
Di London Utara, Arsenal tak menyia-nyiakan peluang. Gol Ezri Konsa di menit ke-7 dan sundulan Gabriel di menit ke-68 memastikan tiga poin. Uniknya, gol Konsa adalah gol pertama Arsenal dari situasi bola mati sejak Mei, memutus puasa 13 laga di semua kompetisi. Kemenangan ini membawa Arsenal dan City sama-sama mengoleksi 21 poin dari delapan laga.
Kejutan lain datang dari Tottenham Hotspur. Mereka mempermalukan Chelsea yang berada di posisi keempat dengan skor 2-0 di Stamford Bridge. Ini adalah kemenangan liga kedua Tottenham di kandang Chelsea dalam 36 tahun terakhir. Sementara itu, Fulham juga meraih kemenangan liga kedua musim ini setelah mengalahkan Coventry City 1-0.
Analisis Dampak: Kekalahan City membuka peluang juara bagi tim lain dan membuat persaingan papan atas semakin sengit. Bagi masyarakat penggemar sepak bola, ini adalah hiburan akhir pekan yang mendebarkan. Namun, isu pelanggaran finansial City tetap menjadi catatan penting; jika terbukti bersalah, bisa ada dampak besar pada integritas kompetisi dan keadilan bagi klub lain. Penggemar di Indonesia pun semakin diuntungkan dengan drama liga yang tak terduga ini.