TRUMP KLAIM PRESTASI SETAHUN JABATAN: FAKTA ATAU FIKSI? - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KLAIM PRESTASI SETAHUN JABATAN: FAKTA ATAU FIKSI?

Foto Berita

Presiden AS Donald Trump kembali jadi sorotan. Setelah genap satu tahun masa jabatan keduanya, ia menggelar konferensi pers maraton di Gedung Putih. Selama 104 menit, Trump memaparkan deretan pencapaian yang diklaimnya sukses besar. Namun, benarkah semua klaim tersebut sejalan dengan fakta di lapangan?

Acara yang berlangsung di ruang pers Gedung Putih pada Januari 2026 ini menjadi panggung bagi Trump untuk memamerkan kebijakannya sejak dilantik pada Januari 2025. Uniknya, di awal sesi, Trump langsung menunjukkan tumpukan foto orang-orang yang ditangkap oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis – kota yang sebelumnya dilanda demonstrasi besar dan penembakan fatal oleh agen ICE. Sepanjang konferensi pers, Trump tak selalu terpaku pada teks pidato. Ia sering kali melenceng ke topik lain, bahkan mengulang beberapa pernyataannya.

Sektor imigrasi menjadi salah satu fokus utama. Trump dengan tegas menyatakan administrasinya memprioritaskan deportasi para kriminal. "Kami fokus pada para pembunuh, para pengedar narkoba," ujarnya. Diklaim, sekitar 300.000 hingga 600.000 orang telah dideportasi. Namun, administrasi Trump belum merilis data rinci deportasi, sehingga sulit dipastikan berapa banyak dari mereka yang memang memiliki riwayat kriminal. Ironisnya, laporan media AS menyebut, sekitar 74 persen dari hampir 70.000 imigran yang ditahan saat ini tidak memiliki catatan kriminal.

Di bidang ekonomi, Trump juga tak kalah lantang. Ia membantah kekhawatiran bahwa kebijakan tarif akan memicu inflasi. "Semua orang bilang, 'Oh, tarif akan menyebabkan inflasi.' Kami tidak punya inflasi. Kami punya sangat sedikit inflasi," klaimnya. Padahal, data harga secara keseluruhan selama setahun terakhir menunjukkan kenaikan. Memang, beberapa barang seperti telur dan bensin mengalami penurunan harga, namun ini bukan gambaran umum.

Tak hanya itu, Trump juga mengulang klaim yang sebelumnya terbukti tidak akurat. Ia mengatakan AS berhasil "mengamankan rekor investasi baru sebesar $18 triliun". Padahal, situs web Gedung Putih sendiri sejak pertengahan November hanya menampilkan angka $9,6 triliun. Para ahli bahkan telah mengingatkan PolitiFact bahwa sebagian dari janji investasi $9,6 triliun tersebut mungkin tidak akan terwujud, dan ada pula yang dinilai terlalu fantastis dibanding PDB negara-negara yang terlibat. Terakhir, Trump mengklaim harga bensin "sebesar $1,99 di banyak negara bagian". Namun, pada minggu kedua Januari 2026, harga rata-rata bensin nasional justru $2,78 per galon. Tidak ada satu pun negara bagian yang rata-rata harganya di bawah $2, dengan harga terendah pun di Oklahoma mencapai $2,34 per galon.

Trump juga sempat menjawab pertanyaan seputar kebijakan luar negeri. Mulai dari upayanya mengakuisisi Greenland, pembentukan "Dewan Perdamaian" untuk mengawasi rekonstruksi di Gaza, hingga kondisi pemerintahan Venezuela setelah AS 'menculik' pemimpin mereka kala itu, Nicolas Maduro. Konferensi pers ini sendiri digelar sehari sebelum Trump dijadwalkan terbang ke Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook