100 HARI PERANG AS-ISRAEL VS IRAN: DAMAI KIAN MENJAUH - Berita Dunia
← Kembali

100 HARI PERANG AS-ISRAEL VS IRAN: DAMAI KIAN MENJAUH

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia — Tepat 100 hari sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu, perdamaian masih terasa bagaikan fatamorgana. Meskipun beberapa kali nyaris tercapai kesepakatan gencatan senjata, jalan menuju damai justru semakin terjal dan penuh ketidakpastian.

Perang ini dipicu oleh Operasi Epic Fury, kampanye militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Sebagai balasan, Iran menyerang aset militer AS dan Israel di Teluk. Ketegangan mereda sementara setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berlaku pada 8 April. Namun, negosiasi langsung di Islamabad pada 12 April justru gagal total.

Dalam pertemuan bersejarah itu—yang merupakan dialog langsung pertama sejak Revolusi Iran 1979—Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Amerika. Sementara Iran mengutus Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ghalibaf sejak awal sudah memasang harga mati: gencatan senjata Israel di Lebanon dan pencairan aset Iran di luar negeri. Namun, AS menolak mentah-mentah. JD Vance mengklaim Iran tidak mau memberikan jaminan soal program nuklir mereka. “Kami butuh komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir. Itu belum kami dapatkan,” ujar Vance.

Kegagalan ini membuat kekhawatiran dunia internasional meningkat. Analis menilai kegagalan diplomasi ini bisa memicu eskalasi baru yang lebih brutal. Apalagi, Iran terus mengembangkan kemampuan nuklirnya sebagai alat tawar, sementara AS dan Israel menganggapnya sebagai ancaman eksistensial.

Hingga kini, tidak ada lagi pertemuan langsung antara kedua kubu. Upaya mediasi melalui Pakistan terus dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Dunia kini menanti apakah babak baru kekerasan akan segera pecah atau masih ada celah bagi diplomasi untuk bernafas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook