WALL STREET CETAK REKOR BARU, AI JADI MOTOR UTAMA - Berita Dunia
← Kembali

WALL STREET CETAK REKOR BARU, AI JADI MOTOR UTAMA

Foto Berita

Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat kembali menorehkan sejarah. Indeks acuan S&P 500 sukses menembus rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada penutupan perdagangan Selasa (waktu setempat). Euforia seputar kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi bahan bakar utama yang mendorong aksi beli besar-besaran di Wall Street.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,58 persen, melampaui puncak sebelumnya yang tercapai pada pertengahan Agustus lalu. Senada dengan itu, Nasdaq Composite yang bobotnya lebih besar pada saham teknologi juga mencetak rekor baru dengan kenaikan 0,45 persen.

Saham-saham raksasa teknologi mendominasi penguatan kali ini. Dari kelompok 'Magnificent Seven', hampir semuanya mencatatkan kenaikan, kecuali Meta. Amazon memimpin dengan lonjakan 1,95 persen, disusul Microsoft dan Tesla yang masing-masing naik 0,78 persen dan 0,51 persen. Sementara itu, Apple dan Alphabet kompak naik 0,22 persen, dan Nvidia bertambah 0,14 persen.

Keith Lerner, Chief Investment Officer di Truist Advisory Services, menilai reli pasar ini murni sebagai 'gelombang teknologi dan AI'. Menurutnya, setiap pasar bullish selalu punya tema dominan, dan saat ini AI adalah penggeraknya.

Menariknya, lonjakan ini terjadi di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Wall Street tampak mengabaikan krisis energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta aksi jual obligasi pemerintah AS yang dipicu membengkaknya utang negara. Sepanjang tahun 2026, S&P 500 telah tumbuh 14 persen, sementara Nasdaq melesat 18,78 persen.

Meski optimisme tinggi, Lerner mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga menjadi risiko terbesar. Namun, secara keseluruhan, ia melihat pasar bullish ini masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih tinggi lagi.

Sementara itu, bursa saham Asia justru bergerak berlawanan pada Rabu pagi. Indeks Nikkei 225 di Tokyo, Kospi di Seoul, dan Hang Seng di Hong Kong kompak melemah, masing-masing turun 0,79 persen, 1,36 persen, dan 0,71 persen. Harga minyak dunia juga terpantau naik seiring pedagang mencermati dampak konflik di Iran.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook