SPACEX IPO RAKSASA, DANA PENSIUN TERANCAM JEBOL - Berita Dunia
← Kembali

SPACEX IPO RAKSASA, DANA PENSIUN TERANCAM JEBOL

Foto Berita

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Kabar gembira sekaligus kekhawatiran menghampiri pasar modal global. SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dikabarkan akan melantai di bursa saham Amerika Serikat dalam waktu dekat. IPO ini diprediksi menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan valuasi mencapai angka fantastis, sekitar Rp 28.000 triliun (hampir $1,8 triliun), melebihi rekor Saudi Aramco.

Yang bikin heboh, SpaceX disebut-sebut akan mengalokasikan 20 persen sahamnya untuk investor ritel atau masyarakat umum. Antusiasme pun luar biasa, dengan pesanan yang sudah mencapai $70 miliar. Ini jadi kesempatan langka bagi investor kecil untuk ikut memiliki saham perusahaan ambisius milik Musk.

Namun, di balik euforia itu, ada sisi gelap yang mengancam. Banyak analis menilai harga saham SpaceX terlalu mahal atau overvalued. MorningStar, misalnya, menilai wajar harga saham SpaceX hanya $63 per lembar, jauh di bawah harga IPO yang diperkirakan $135. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan.

Yang paling rentan terkena dampaknya adalah dana pensiun. Aturan baru dari bursa saham Nasdaq memungkinkan SpaceX masuk dalam indeks saham unggulan hanya dalam 15 hari perdagangan. Masalahnya, dana pensiun biasanya secara otomatis membeli saham yang masuk dalam indeks tersebut. Akibatnya, uang pensiun guru, polisi, dan petugas pemadam kebakaran bisa secara tidak langsung 'dipaksa' berinvestasi di saham SpaceX yang berisiko tinggi.

Bendahara Negara Bagian North Carolina, Brad Briner, sudah angkat bicara. Ia menolak membeli saham SpaceX langsung untuk dana pensiun negara bagiannya karena terlalu mahal. Namun, karena dana pensiun juga berinvestasi di indeks, paparan terhadap saham SpaceX tetap tidak bisa dihindari. Artinya, nasib dana pensiun jutaan orang bisa ikut jungkir balik jika harga saham SpaceX jatuh.

IPO SpaceX memang membuka peluang besar, tapi juga memicu perdebatan serius tentang perlindungan investor, terutama mereka yang tidak punya pilihan dalam mengelola dana pensiunnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook