IRAN BANTAH TUDINGAN PLOT TEROR DI PANGKALAN UDARA INGGRIS - Berita Dunia
← Kembali

IRAN BANTAH TUDINGAN PLOT TEROR DI PANGKALAN UDARA INGGRIS

Foto Berita

TEHERAN, IRAN — Kementerian Luar Negeri Iran dengan tegas membantah tuduhan Inggris yang menuding Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) berada di balik rencana serangan terhadap Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris selatan. Iran menyebut tuduhan tersebut sebagai "operasi bendera palsu yang canggung" dan menilai Inggris gagal memberikan bukti yang cukup untuk mendukung klaimnya.

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, sebelumnya menyatakan di hadapan parlemen bahwa plot yang diduga terjadi bulan lalu terhadap pangkalan RAF itu "sangat mungkin dikoordinasikan di Iran" dan "hampir pasti diarahkan oleh IRGC". Inggris kemudian menjatuhkan sanksi terhadap dua warga negara Iran atas dugaan "aktivitas bermusuhan" di RAF Fairford. Pangkalan tersebut dikenal sebagai basis pesawat militer Amerika Serikat, termasuk bomber B-1 yang sempat menarik diri setelah insiden ini mencuat.

Insiden bermula pada dini hari 27 September, ketika lima pria Inggris berusia 20-an ditangkap atas dugaan pelanggaran terorisme dan bahan peledak. Mereka tidak dikenai dakwaan dan dibebaskan dengan jaminan polisi. Dua pria lain juga ditangkap dan kemudian dilepaskan. Hingga kini, informasi soal ancaman keamanan di RAF Fairford masih minim dan tertutup.

Iran menegaskan bahwa Inggris selama ini punya rekam jejak memfabrikasi klaim keamanan terhadap negara lain, yang dalam beberapa kasus memicu ketegangan dan konflik di Asia Barat. Teheran juga menuduh London berupaya mengalihkan tanggung jawab atas keterlibatannya dalam perang terhadap Iran yang dimulai 28 Februari lalu, setelah serangan AS dan Israel yang menewaskan sejumlah pemimpin Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, menyebut penyelidik menilai koordinator plot adalah individu yang dikenal dan berbasis di Iran, namun enggan mengungkap identitas maupun bukti komunikasi, catatan keuangan, atau intelijen pendukung lainnya. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim di awal Oktober bahwa pihaknya memberi intelijen ke Inggris soal rencana serangan tersebut.

Dampak bagi Masyarakat: Ketegangan diplomatik antara Iran dan Inggris berpotensi memperburuk situasi keamanan global, terutama di kawasan Timur Tengah. Bagi warga sipil di Inggris, insiden ini memunculkan kekhawatiran soal keamanan pangkalan militer asing di wilayah mereka. Sementara bagi masyarakat internasional, tuduhan tanpa bukti publik yang transparan bisa memperkuat polarisasi dan ketidakpercayaan antarnegara, serta memicu eskalasi konflik yang lebih luas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook