JAKARTA — Di tengah konflik multi-front yang berkepanjangan di Timur Tengah, ekonomi Israel justru menunjukkan performa yang mengejutkan. Alih-alih terpuruk, negara itu mencatat pertumbuhan yang melampaui banyak negara maju lainnya.
Data pemerintah menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) Israel tumbuh 2,9 persen sepanjang 2025, melonjak dari hanya 1 persen di 2024. Tren positif berlanjut dengan pertumbuhan 3,2 persen pada paruh pertama tahun ini. Bank Sentral Israel bahkan memproyeksikan pertumbuhan 4 persen untuk 2026 dan 5,5 persen di 2027 — angka yang jauh melampaui proyeksi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, dan Jepang.
Meski begitu, tidak semua warga merasakan dampak positifnya. Harga pangan yang terus naik dan beban utang yang membengkak membuat ekonomi tetap menjadi kekhawatiran utama bagi banyak pemilih menjelang Pemilu Knesset 27 Oktober mendatang.
Kekuatan utama di balik ketahanan ekonomi ini adalah sektor teknologi yang nyaris tidak tersentuh konflik. Sektor ini menyumbang sekitar seperlima aktivitas ekonomi nasional. Investasi asing langsung mencapai rekor $26,2 miliar tahun lalu — naik 78 persen dari 2024 — didorong oleh akuisisi besar-besaran raksasa teknologi AS seperti Alphabet dan Palo Alto Networks terhadap perusahaan siber Israel, Wiz dan CyberArk.
Aliran modal asing terus deras masuk tahun ini, dengan rekor kuartalan $14,1 miliar pada periode Januari-Maret. Selain diuntungkan oleh boom AI global, sektor teknologi Israel juga mendapat limpahan order dari industri pertahanan yang meningkat pesat — mulai dari sistem radar, platform komunikasi, hingga teknologi anti-drone.
Shekel Israel menguat terhadap dolar AS dan menyentuh level tertinggi dalam tiga dekade pada Mei. Bursa saham melesat dengan indeks TA-125 naik lebih dari 110 persen. Tingkat pengangguran rendah di 2,8 persen dan inflasi terkendali di 1,5 persen.
Namun, kampanye pemilu justru didominasi isu keamanan nasional. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud dan pensiunan jenderal Gadi Eisenkot dari Partai Yashar sama-sama mengklaim paling mampu menjaga keamanan warga Israel.
Analisis: Ketahanan ekonomi Israel menunjukkan pola yang jarang terjadi — perang dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan ketika sektor teknologi dan pertahanan menjadi motor utama. Namun, ketimpangan antara kelompok berpenghasilan tinggi di sektor tech dan warga yang terbebani harga pangan serta utang bisa menjadi bom waktu sosial. Bagi masyarakat global, fenomena ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana teknologi dan investasi strategis dapat menopang ekonomi di tengah ketidakstabilan geopolitik.