Siapa klub sepak bola terkaya di dunia? Jawabannya mungkin sudah tertebak. Tapi, ada kejutan di balik angka-angka terbaru laporan keuangan klub-klub top dunia. Sebuah tim asal Inggris berhasil melesat bak roket, menyalip rival abadinya di kancah domestik sebagai penghasil pendapatan terbesar. Sementara itu, salah satu raksasa Inggris lainnya justru terpuruk, menandakan adanya pergeseran kekuatan finansial yang patut dicermati.
Menurut Deloitte Football Money League yang baru dirilis, Real Madrid kembali kokoh di puncak daftar klub dengan pendapatan tertinggi. Raksasa Spanyol ini berhasil meraup 1,16 miliar euro (sekitar Rp20 triliun) di musim 2024-2025. Uniknya, pendapatan fantastis ini mereka capai meski tak berhasil mengangkat trofi La Liga atau Liga Champions musim itu. Kenaikan pendapatan komersial hingga 23% dari merchandise dan kerja sama sponsor menjadi kunci utama kesuksesan finansial Los Blancos.
Di Liga Inggris, Liverpool tampil perkasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, The Reds berhasil menyalip Manchester United sebagai klub dengan pendapatan finansial terbesar di Premier League. Secara global, Liverpool menempati posisi kelima dengan 836 juta euro, menjadikannya klub Inggris dengan performa terbaik dalam 29 tahun sejarah ranking ini. Barcelona menyusul di posisi kedua global dengan 975 juta euro, diikuti Bayern Munich (861 juta euro) dan Paris Saint-Germain (837 juta euro).
Berbanding terbalik dengan Liverpool, Manchester United harus menelan pil pahit. Klub berjuluk Setan Merah ini melorot drastis dari posisi keempat ke peringkat kedelapan global, dengan pendapatan 793 juta euro. Ini adalah posisi terendah mereka dalam sejarah Money League yang sebelumnya pernah mereka kuasai sebanyak 10 kali. Deloitte memperkirakan, pendapatan United bisa semakin menurun di musim depan karena absen dari kompetisi Eropa dan tersingkir lebih awal dari piala domestik. Performa buruk di lapangan jelas berdampak langsung pada kondisi finansial klub.
Laporan ini juga menyoroti dominasi finansial Liga Premier Inggris, dengan enam tim berhasil menembus daftar 10 besar dunia, termasuk Tottenham di posisi kesembilan dan Chelsea di urutan kesepuluh. Total pendapatan 20 klub teratas dunia mencapai rekor 12,4 miliar euro, didorong oleh peningkatan pendapatan komersial, hari pertandingan, dan hak siar. Tren ini menunjukkan bahwa diversifikasi pendapatan, seperti pemanfaatan stadion di luar hari pertandingan dan peningkatan sponsor, sangat vital. Namun, Deloitte juga memberi catatan menarik: klub-klub dari Liga Pro Saudi dan Inter Miami (MLS) berpotensi menjadi penantang serius hegemoni finansial klub-klub Eropa di masa mendatang, menandai era baru persaingan finansial di kancah sepak bola global.