Raja Charles Sesali Perbudakan, Tapi Tak Minta Maaf - Berita Dunia
← Kembali

Raja Charles Sesali Perbudakan, Tapi Tak Minta Maaf

Foto Berita

Jakarta - Raja Charles III akhirnya buka suara soal sejarah kelam perdagangan budak transatlantik. Dalam pembukaan KTT Commonwealth di Antigua dan Barbuda, ia menyebut praktik itu sebagai 'babak memalukan dalam sejarah' yang membuat hatinya 'penuh dengan kengerian dan kesedihan mendalam'.

Meski begitu, Raja Charles tidak menyampaikan permintaan maaf resmi dari Kerajaan Inggris. Ia hanya menyatakan komitmen untuk mencari cara kerja sama modern guna menebus kesalahan masa lalu. Pernyataan ini muncul di tengah desakan sejumlah negara Karibia yang menuntut permintaan maaf formal dan reparasi finansial atas peran Inggris dalam perbudakan.

Perdana Menteri Andy Burnham, yang juga hadir, menegaskan pihaknya terbuka pada permintaan maaf formal, namun menolak tegas tuntutan ganti rugi finansial. Sebagai gantinya, Inggris menawarkan pendekatan baru melalui bantuan pembangunan, penyelesaian masalah utang, dan pendanaan hijau bagi negara-negara Commonwealth.

Analisis Dampak: Sikap Raja Charles yang menyesali namun tak meminta maaf resmi berpotensi memicu kekecewaan di negara-negara Karibia yang selama ini menuntut keadilan sejarah. Di sisi lain, penolakan reparasi finansial oleh London menunjukkan bahwa isu perbudakan masih menjadi ranah sensitif dalam hubungan diplomatik Inggris dengan negara-negara bekas jajahannya. Masyarakat global, khususnya diaspora Afrika dan Karibia, akan mencermati apakah komitmen 'kemitraan modern' ini akan berujung pada tindakan nyata atau sekadar retorika.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook