Insiden tragis menimpa dua kereta cepat di Spanyol selatan pada Rabu pagi (waktu setempat). Sebuah kereta milik operator swasta Iryo yang membawa 147 penumpang ditabrak dari belakang oleh kereta milik operator negara Renfe yang mengangkut 397 penumpang. Tabrakan terjadi di antara kota Mora dan Orgaz, sekitar 140 km selatan Madrid.
Kronologi bermula saat sistem persinyalan otomatis mengalami kegagalan komputer, memaksa semua kereta di jalur tersebut berhenti. Namun, dalam insiden yang disebut Menteri Transportasi Óscar Puente sebagai hal yang 'tidak mungkin terjadi', kereta Renfe justru diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan dalam kondisi 'error'. Akibatnya, kereta tersebut menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti.
Para penumpang menggambarkan momen mengerikan saat tabrakan terjadi. Seorang jurnalis Spanyol, Roberto Gómez, yang berada di kereta Renfe menyebut dampak tabrakan sangat dahsyat hingga membuat gerbong hancur dan koper berserakan. Sementara itu, penumpang lain, Rafael Barcelo, mengaku terlempar ke udara dan melihat langsung korban luka di gerbong yang paling parah terdampak.
Analisis Dampak: Insiden ini menyoroti celah kritis dalam sistem redundansi keselamatan transportasi publik modern. Kegagalan sistem persinyalan yang berujung pada 'perintah error' menunjukkan adanya masalah pada protokol komunikasi darurat antara pusat kendali dan masinis. Bagi masyarakat, kejadian ini menurunkan tingkat kepercayaan terhadap moda transportasi massal, terutama terkait kesiapan teknologi dalam mencegah human error. Pemerintah Spanyol kini menghadapi tekanan besar untuk mengaudit ulang sistem perkeretaapian nasional mereka agar kejadian serupa tidak terulang.