Tel Aviv, Al Jazeera — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan pasukannya tidak akan menarik diri dari wilayah Lebanon, Suriah, dan Gaza. Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menyebut Israel akan mempertahankan apa yang ia sebut sebagai 'zona keamanan' di ketiga wilayah yang diduduki tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi apakah Israel akan mengikuti kesepakatan regional yang didukung Amerika Serikat, termasuk gencatan senjata dengan Iran. Sikap keras Netanyahu ini seolah menjawab keraguan publik bahwa perang akan segera berakhir.
Analisis: Langkah ini jelas akan memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Bagi warga Lebanon dan Suriah, pernyataan ini berarti ketidakpastian berlanjutnya pendudukan dan potensi konflik bersenjata. Sementara bagi rakyat Gaza, ini adalah sinyal bahwa blokade dan operasi militer tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Para pengamat menilai sikap Netanyahu ini justru menjauhkan prospek perdamaian dan memperkuat posisi kelompok perlawanan di kawasan tersebut.