Duel sengit di Anfield hari Minggu kemarin menyajikan drama yang membuat jantung berdebar! Manchester City berhasil memetik kemenangan krusial 2-1 atas Liverpool berkat penalti sensasional Erling Haaland di menit-menit akhir injury time. Gol dramatis ini tidak hanya menjaga asa City dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris, tapi juga memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen, Arsenal, menjadi hanya enam angka.
Pertandingan berlangsung memanas sejak awal. Liverpool sempat unggul lebih dulu di menit ke-74 lewat tendangan bebas ciamik Dominik Szoboszlai. Namun, skuad asuhan Pep Guardiola menunjukkan mental juara. Bernardo Silva berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-84, sebelum akhirnya Haaland menjadi pahlawan dengan gol penaltinya di menit ke-93 setelah kiper Alisson menjatuhkan Matheus Nunes di kotak terlarang. Drama tak berhenti sampai di situ, gol Rayan Cherki yang sempat dianggap sah, dianulir VAR, sekaligus berujung kartu merah untuk Szoboszlai atas pelanggarannya terhadap Haaland.
Kemenangan ini krusial bagi City, mengingat persaingan ketat di papan atas. Namun, jika dilihat lebih jeli, baik City maupun Liverpool, yang dalam delapan musim terakhir secara bergantian mendominasi gelar Liga Primer, tampak menunjukkan celah atau kekurangan dalam performa mereka. Hal ini tentu membuka peluang emas bagi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar panjang mereka. Haaland sendiri menjadi sorotan, mengingat gol penalti ini menjadi satu-satunya gol yang ia cetak dari permainan terbuka dalam 13 pertandingan terakhirnya. Situasi ini menambah bumbu persaingan juara yang kian memanas di penghujung musim, menjadikan setiap pertandingan tersisa bak final.