Kabar duka datang dari Meksiko barat. Badai Simon dan sisa-sisa Badai Rachel menghantam wilayah pesisir Pasifik dengan kekuatan yang luar biasa, memicu banjir bandang dan tanah longsor yang mematikan. Setidaknya dua nyawa melayang dalam insiden terpisah ini.
Di Guerrero, seorang pria berusia 71 tahun tewas tertimpa tembok penahan yang roboh akibat derasnya hujan saat ia sedang memberi makan ternaknya. Sementara itu, di Baja California, seorang gadis muda meninggal dunia akibat dampak Badai Rachel. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 10 orang lainnya masih hilang, dengan konsentrasi pencarian di kota Ensenada dan San Felipe.
Badai Simon sendiri saat ini masih berputar di lepas pantai Meksiko. Meski kekuatannya sempat melemah dari Kategori 4 menjadi Kategori 2, badai ini diprediksi akan kembali mencapai daratan pada Kamis atau Jumat mendatang. Kecepatan angin maksimalnya masih mencapai 155 km/jam, cukup untuk merobohkan pohon dan memicu gelombang laut yang berbahaya.
Fenomena ini menjadi bagian dari musim badai Pasifik yang luar biasa intens. Warga diimbau tetap waspada, terutama karena risiko tanah longsor dan arus laut yang mematikan masih mengintai. Otoritas setempat bahkan terpaksa menghentikan aktivitas selancar tebing di Mazatlan setelah seorang penyelam tebing tewas akibat kondisi laut yang ganas.