Nabatieh, Lebanon – Janji Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal penghentian tembakan di Lebanon Selatan sepertinya hanya angin lalu. Faktanya, serangan udara Israel terus berlanjut dan justru semakin intensif di wilayah Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, sehari setelah pernyataan Trump tersebut.
Berdasarkan laporan Al Jazeera English, serangan yang terjadi pada hari Rabu kemarin itu menghantam sejumlah titik di kawasan Nabatieh. Akibatnya, beberapa warga dilaporkan terluka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah. Kejadian ini langsung memicu kecaman dan kekecewaan dari pihak Lebanon serta pengamat internasional.
Analisis kami: Pernyataan Trump yang kontradiktif dengan kenyataan di lapangan menunjukkan adanya celah besar dalam komunikasi diplomatik atau bahkan indikasi bahwa Israel mengambil keputusan secara independen tanpa menunggu lampu hijau dari Washington. Dampak langsungnya bagi masyarakat Lebanon adalah meningkatnya ketidakpastian dan trauma. Warga yang sempat berharap ada jeda konflik kini harus kembali waspada. Dari sisi geopolitik, insiden ini semakin memperumit upaya mediasi gencatan senjata dan menunjukkan bahwa pengaruh AS di kawasan Timur Tengah tengah diuji.