IRAN TAWARKAN DIRI JADI PENENGAH KONFLIK ARAB SAUDI-YAMAN - Berita Dunia
← Kembali

IRAN TAWARKAN DIRI JADI PENENGAH KONFLIK ARAB SAUDI-YAMAN

Foto Berita

TEHRAN, — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara mengejutkan menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Tawaran ini muncul tak lama setelah serangan mematikan yang dilancarkan Houthi terhadap bandara di Riyadh, Arab Saudi.

Dalam percakapan telepon dengan Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Araghchi menegaskan bahwa krisis di kawasan Timur Tengah tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan pendekatan militer. Ia menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah negosiasi yang adil dan menguntungkan semua pihak.

"Iran siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk memulai dialog antara Arab Saudi dan Yaman," ujar Araghchi dalam pesan di Telegram, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Serangan Houthi terhadap Bandara Riyadh pekan lalu menewaskan 12 orang dan melukai 300 lainnya. Insiden ini memicu reaksi keras dari Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan akan mempertimbangkan kembali keterlibatan AS di Yaman, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.

Meski hubungan diplomatik Iran dan Arab Saudi sempat pulih berkat kesepakatan yang dimediasi China pada 2023, ketegangan kembali memanas sejak meletusnya perang AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu. Iran dan sekutunya dilaporkan telah menyerang aset militer AS dan infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk ladang minyak di Arab Saudi.

Analisis: Tawaran Iran ini bisa dibaca sebagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan regional sekaligus menjaga pengaruhnya di Yaman. Namun, bagi masyarakat Arab Saudi dan Yaman, eskalasi serangan udara dan potensi konflik terbuka dengan Iran menjadi ancaman nyata bagi keselamatan sipil dan stabilitas harga energi global. Jika dialog gagal, risiko perang proksi yang lebih besar di kawasan semakin sulit dihindari.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook