Perdana Menteri Samoa, Fiame Naomi Mata'afa, angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf resmi setelah sebuah video lama dirinya muncul kembali ke publik. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat memimpin sebuah keluarga melakukan gerakan salam Nazi sambil meneriakkan 'Heil Hitler'.
Insiden yang terjadi dalam acara kumpul keluarga itu langsung menuai kecaman keras, terutama mengingat sejarah kelam rezim Nazi yang bertanggung jawab atas genosida jutaan orang. Meski konteks video diduga kuat sebagai lelucon internal keluarga, simbol dan gestur tersebut tetap dianggap sangat sensitif dan menyinggung banyak pihak, khususnya komunitas Yahudi global.
Dalam pernyataan resminya, Fiame mengaku sangat menyesal dan menegaskan bahwa aksinya sama sekali tidak mencerminkan sikap pemerintahannya. Ia menekankan komitmen Samoa terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Namun, insiden ini menjadi tamparan keras bagi citra Samoa di kancah internasional, mengingat negara kepulauan Pasifik itu selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung setia resolusi PBB terkait Holocaust. Publik kini mempertanyakan sensitivitas pemimpin negara terhadap isu-isu sejarah global.