ROBINHOOD PHK 10% KARYAWAN, BUKTI BISNIS SEDANG KUAT? - Berita Dunia
← Kembali

ROBINHOOD PHK 10% KARYAWAN, BUKTI BISNIS SEDANG KUAT?

Foto Berita

Jakarta - Platform perdagangan saham dan kripto asal Amerika Serikat, Robinhood, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 290 karyawannya. Langkah ini setara dengan 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan yang berjumlah sekitar 2.900 orang.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO Vlad Tenev pada Selasa (18/6) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Tenev beralasan PHK ini adalah bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping dan fokus.

โ€œBisnis Robinhood tidak pernah sekuat ini. Tapi kita tidak bisa terus beroperasi sebagai organisasi dengan lapisan hierarki yang tebal. Kita harus menjadi tim yang ramping dan hiper-fokus,โ€ tulis Tenev dalam sebuah catatan kepada karyawan yang ia bagikan di platform media sosial X.

Menariknya, PHK ini justru terjadi di saat kinerja perusahaan sedang gemilang. Robinhood mencatat volume perdagangan harian rata-rata tertinggi sepanjang sejarah di bulan Juni ini, baik untuk saham, opsi, maupun pasar prediksi. Perusahaan juga mengklaim langkah ini diambil dari posisi bisnis yang kuat (position of business strength).

Analisis Dampak

Langkah Robinhood ini menjadi sinyal menarik bagi industri teknologi dan finansial global. Di satu sisi, PHK menunjukkan bahwa efisiensi tetap menjadi prioritas utama perusahaan, bahkan saat keuangan mereka tengah sehat. Hal ini bisa menjadi preseden bagi perusahaan rintisan (startup) lain untuk berani melakukan perampingan tanpa harus menunggu kondisi krisis.

Di sisi lain, keputusan ini menuai sorotan tajam. Pasalnya, di tahun 2024, CEO Vlad Tenev tercatat mendapatkan kompensasi tujuh kali lipat lebih besar dari rata-rata karyawan biasa. Situasi ini memicu pertanyaan tentang keadilan di tengah kebijakan penghematan yang merugikan karyawan level bawah.

Analis dari Citizens JMP Securities, Devin Ryan, menilai PHK ini tidak semata-mata didorong oleh efisiensi AI, meskipun Robinhood memang agresif menggunakan kecerdasan buatan. Menurutnya, teknologi justru memungkinkan perusahaan beroperasi dengan struktur yang lebih datar dan produktif.

Saham Robinhood tercatat turun 2,9 persen pada perdagangan tengah hari di Wall Street usai pengumuman ini, mengindikasikan bahwa pasar masih mencerna implikasi dari langkah drastis tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook