PECAT MENHAN POPULER, ZELENSKY DIGUNCANG PROTEST - Berita Dunia
← Kembali

PECAT MENHAN POPULER, ZELENSKY DIGUNCANG PROTEST

Foto Berita

Kyiv, Ukraina – Gelombang protes besar mengguncang pusat Kota Kyiv pada Kamis pagi. Ratusan warga, didominasi anak muda, turun ke jalan menentang keputusan mendadak Presiden Volodymyr Zelensky yang memecat Menteri Pertahanan populer, Mykhailo Fedorov. Aksi serupa juga terjadi di sejumlah kota lain di Ukraina.

Para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan 'Tangan-tangan menjauh dari Fedorov' dan 'Hentikan sabotase terhadap kemenangan!'. Mereka juga meneriakkan yel-yel 'Malu!' sebagai bentuk kemarahan. Hingga saat ini, Zelensky belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pemecatan tersebut.

Fedorov, yang baru menjabat sejak Januari lalu, dikenal sebagai sosok energik yang berhasil membersihkan Kementerian Pertahanan dari korupsi. Ia juga menggunakan data analitik untuk meningkatkan performa tentara di garis depan. Sebelum menjadi menteri, ia mendirikan 'Tentara IT Ukraina' sukarelawan dan sukses menggalang dana untuk 'Armada Drone' yang efektif menyerang pasukan Rusia.

Keputusan ini memicu reksi keras dari kalangan militer dan masyarakat sipil. Seorang tentara Ukraina bernama Oleksandr menyebut langkah Zelensky sebagai 'kesalahan terburuk selama masa kepresidenannya'. Sementara itu, seorang pengunjuk rasa, Maria Lavrynets (31), menambahkan, 'Kami melihat hasil kerja Fedorov. Kami melihat motivasi para prajurit. Kami harus membela mereka.'

Analisis Dampak: Pemecatan ini terjadi di saat kritis perang melawan Rusia. Beberapa pengamat menghubungkan pergantian ini dengan ketegangan antara Fedorov dan Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi yang lebih konservatif. Ada juga yang menyoroti kegagalan Fedorov dalam mempercepat reformasi mobilisasi militer. Rencananya, parlemen akan memberikan suara pada Kamis sore untuk menggantikan Fedorov dengan Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko. Langkah ini berpotensi memicu ketidakstabilan politik internal di tengah tekanan perang yang masih berlangsung.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook