Evian-les-Bains, Prancis - Para pemimpin negara G7 menggelar pertemuan puncak di Prancis dengan agenda utama membahas pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik rawan konflik global. Presiden Prancis Emmanuel Macron, selaku tuan rumah, menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan kesepakatan yang solid dan final.
Dalam pertemuan kerja yang digelar pada hari Selasa, para pemimpin negara adidaya akan fokus pada misi maritim yang dipimpin Prancis-Inggris untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selain itu, mereka juga akan membahas jalur energi alternatif yang bisa membypass kawasan tersebut.
Menariknya, Presiden AS Donald Trump tiba di Prancis dengan optimisme tinggi setelah Washington dan Teheran sepakat pada kesepakatan awal. Trump bahkan menyebut bahwa kesepakatan dengan Iran akan membawa banyak kesuksesan. Kesepakatan formal dijadwalkan ditandatangani di Jenewa pada hari Jumat, yang akan membuka jendela negosiasi selama 60 hari terkait pengayaan uranium Iran dan pencabutan sanksi.
Para pemimpin Eropa juga berencana menggunakan momen ini untuk meyakinkan Trump agar proposal perdamaian Rusia-Ukraina tidak terlalu memihak Moskow. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan hadir dalam sesi pertama yang membahas perdamaian di Ukraina, dan ia bahkan menawarkan pertemuan langsung dengan Putin di sela-sela KTT G7.
Analisis: Kesepakatan ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas harga minyak dunia. Jika Selat Hormuz benar-benar terbuka, pasokan energi global akan kembali normal dan berpotensi menekan inflasi. Namun, tawaran pertemuan Zelenskyy-Putin masih menjadi tanda tanya besar mengingat penolakan Putin sebelumnya.