PEMAIN PAKISTAN DILARANG? LIGA KRIKET INGGRIS JADI SOROTAN! - Berita Dunia
← Kembali

PEMAIN PAKISTAN DILARANG? LIGA KRIKET INGGRIS JADI SOROTAN!

Foto Berita

Kontroversi mencuat di jagat kriket Inggris! Dugaan 'aturan tak tertulis' muncul terkait seleksi pemain Pakistan di liga The Hundred, yang beberapa timnya terafiliasi dengan bisnis asal India. Benarkah ada diskriminasi, atau ini sekadar isu belaka?

Liga The Hundred, kompetisi kriket profesional di Inggris yang dihelat England and Wales Cricket Board (ECB), kini jadi sorotan tajam. Empat dari delapan tim pesertanya diketahui sebagian dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang juga punya waralaba di liga kriket India, Indian Premier League (IPL).

Pekan lalu, sejumlah media ramai memberitakan bahwa para pemain kriket Pakistan tidak akan dipertimbangkan oleh keempat tim tersebut dalam proses draf pemain bulan Maret mendatang. Kabar ini langsung memicu kegaduhan di dunia kriket. Banyak pemain, baik yang masih aktif maupun legenda, angkat bicara mengecam keputusan ini dan mendesak ECB untuk menjamin proses lelang yang adil tanpa keberpihakan.

Dugaan diskriminasi ini bermula dari pengakuan seorang agen olahraga kepada BBC. Ia mengaku mendapat informasi dari pejabat ECB bahwa pemain Pakistan dalam daftar kliennya tidak akan dilirik oleh tim-tim yang punya kaitan dengan IPL. Agen lain bahkan menyebut situasi ini sebagai 'aturan tak tertulis' yang kerap berlaku di liga-liga T20 dengan investasi dari India.

Menanggapi desas-desus panas ini, ECB mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan komitmen untuk menjaga The Hundred sebagai kompetisi yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi semua. 'Semua delapan tim berkomitmen seleksi pemain hanya didasarkan pada performa kriket, ketersediaan, dan kebutuhan masing-masing tim,' demikian bunyi pernyataan ECB. Mereka juga menekankan bahwa mereka punya aturan ketat untuk menindak diskriminasi dan menjamin keadilan. 'Pemain tidak boleh dikecualikan berdasarkan kebangsaan mereka,' tegas ECB.

Para pemain Pakistan yang namanya masuk daftar lelang, seperti Sahibzada Farhan, mengaku pasrah dengan keputusan tim, namun tetap berharap bisa terpilih. 'Ini bukan di tangan kami siapa yang memilih atau tidak,' ujar Farhan, yang sedang tampil cemerlang di ICC T20 World Cup. 'Kami siap bermain di liga mana pun yang berminat.' Sejumlah nama besar kriket Pakistan, seperti Shaheen Shah Afridi, Naseem Shah, Haris Rauf, Shadab Khan, dan Saim Ayub, bersama 67 pemain Pakistan lainnya, telah mendaftar untuk lelang bulan depan.

Kontroversi ini bukan sekadar urusan seleksi pemain biasa. Ini menyoroti potensi pengaruh investasi bisnis, khususnya dari India, terhadap keputusan olahraga di panggung internasional. Mengingat sejarah hubungan India dan Pakistan yang seringkali diwarnai ketegangan politik, isu ini bisa memperkeruh suasana dan merusak semangat sportivitas kriket. Bagi pemain Pakistan, ini bukan hanya tentang kehilangan kesempatan bermain dan pendapatan, tetapi juga tentang pengakuan atas bakat dan kerja keras mereka. Tuduhan diskriminasi dapat mencoreng citra liga The Hundred dan ECB sebagai penyelenggara yang netral. Penting bagi ECB untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam proses lelang agar tidak ada keraguan tentang integritas kompetisi. Jika tidak, 'aturan tak tertulis' semacam ini bisa menjadi preseden buruk bagi masa depan olahraga global.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook