MACHADO BUKA SUARA: VENEZUELA SAHABAT TERBAIK AMERIKA? - Berita Dunia
← Kembali

MACHADO BUKA SUARA: VENEZUELA SAHABAT TERBAIK AMERIKA?

Foto Berita

Setelah sempat menghilang, tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, akhirnya muncul ke publik dengan janji yang menggegerkan. Ia tak hanya menegaskan dukungan penuh pada Amerika Serikat, tetapi juga membeberkan visi mengejutkan: Venezuela akan menjadi sekutu terbaik AS di Benua Amerika. Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah mantan Presiden Nicolas Maduro diculik dalam operasi militer kontroversial AS, dan diungkapkan setelah Machado bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump.

Konferensi pers Machado pada hari Jumat lalu digelar di Heritage Foundation, sebuah lembaga pemikir konservatif yang punya pengaruh kuat di lingkaran pemerintahan Trump. Kemunculannya terjadi sehari setelah ia melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Trump di Gedung Putih, Washington D.C. Ini menunjukkan kedekatan baru antara tokoh oposisi Venezuela dengan Gedung Putih.

Konteksnya memang tak sederhana. Sejak kembali menjabat, Trump memang gencar menekan pemerintahan Maduro, yang dikenal sebagai penerus ideologi sosialis Hugo Chavez. Puncaknya, pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer skala penuh di Caracas, ibu kota Venezuela. Operasi inilah yang berujung pada penculikan Nicolas Maduro dan pengiriman dirinya ke New York untuk menghadapi persidangan.

Meski Trump menyebutnya operasi penegakan hukum, banyak pihak, termasuk kritikus internasional, mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB. Namun, Maria Corina Machado, yang sebelumnya memang melobi keras agar intervensi semacam ini terjadi, justru melontarkan rasa terima kasih. "Kami, rakyat Venezuela, sangat berterima kasih kepada Presiden Trump, timnya, pemerintahannya, dan rakyat Amerika Serikat. Butuh banyak keberanian untuk melakukan apa yang ia lakukan," ujar Machado.

Ia menambahkan, Trump tak hanya bertindak atas nama rakyat Amerika, tetapi juga karena kepeduliannya pada rakyat Venezuela. Di sisi lain, pemerintahan Trump sendiri masih belum membahas rencana pemulihan demokrasi atau jadwal pemilu di Venezuela. Washington justru mengakui Delcy Rodriguez, mantan deputi Maduro, sebagai pemimpin pemerintahan interim. Machado menyebut pemerintahan Rodriguez akan melakukan "pekerjaan kotor" selama masa transisi yang diperkirakan "kompleks" ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook