Ondo, Nigeria - Duka mendalam menyelimuti Nigeria. Sebuah pesawat militer jatuh di area rawa dekat pangkalan angkatan laut di Negara Bagian Ondo, menewaskan 32 orang di dalamnya. Insiden nahas ini terjadi pada Senin pagi saat pesawat jenis ATR-42 tersebut sedang menjalani misi rutin dari Benin City menuju Lagos.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu, langsung mengambil sikap cepat dengan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Seluruh bendera negara diperintahkan dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban. "Ini adalah momen yang menyakitkan bagi Angkatan Bersenjata dan seluruh bangsa," ujar Tinubu dalam pernyataannya, seperti dikutip dari BBC.
Pesawat yang membawa 25 penumpang dan 7 kru ini dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh. Menteri Penerbangan, Festus Keyamo, mengungkapkan bahwa upaya komunikasi radio dengan pesawat gagal dilakukan sebelum kecelakaan itu dikonfirmasi. Warga setempat melaporkan melihat kepulan asap membubung dari lokasi kejadian, di mana pakaian dan sepatu korban berserakan di sekitar rawa.
Presiden Tinubu telah memerintahkan Angkatan Udara untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mencegah terulangnya tragedi serupa. Identitas para korban belum dirilis ke publik, menunggu pihak berwenang memberi tahu keluarga masing-masing.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden penerbangan mematikan di Nigeria. Sebelumnya pada Mei 2021, Kepala Staf Angkatan Darat Nigeria, Letnan Jenderal Ibrahim Attahiru, tewas dalam kecelakaan pesawat di Kaduna. Insiden ini menyoroti kembali tantangan keselamatan penerbangan di negara tersebut, terutama dalam operasi militer yang sering kali menghadapi cuaca buruk dan medan yang sulit.