INGGRIS SETUJUI TAMBANG GAS JACKDAW, KRITIK PEDAS MUNCUL - Berita Dunia
← Kembali

INGGRIS SETUJUI TAMBANG GAS JACKDAW, KRITIK PEDAS MUNCUL

Foto Berita

Pemerintah Inggris resmi memberikan lampu hijau untuk proyek gas alam Jackdaw di lepas pantai Skotlandia. Langkah ini diambil di tengah upaya pemerintah Labour menyeimbangkan target iklim dengan kebutuhan keamanan energi nasional. Menteri Energi Miatta Fahnbulleh menyatakan bahwa ladang gas Jackdaw akan mulai memasok energi ke rumah-rumah di Inggris pada akhir bulan ini. Pemerintah memperkirakan proyek Laut Utara ini akan meningkatkan produksi gas Inggris sekitar 6 persen pada puncaknya.

Perdana Menteri Andy Burnham menegaskan keputusan ini akan melindungi ratusan lapangan kerja dan membantu menjaga jutaan rumah tetap hangat. Ia juga menekankan bahwa langkah tersebut tidak akan menghambat target pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan. Sebagai bagian dari transisi hijau, pemerintah juga mengumumkan pembentukan New Energy Wealth Fund dengan dana awal 2 miliar poundsterling (sekitar Rp41 triliun). Dana ini akan diinvestasikan pada proyek energi terbarukan dan rendah karbon, dengan rencana penambahan dana dari pendapatan pajak minyak dan gas Laut Utara.

Keputusan ini menuai kritik tajam dari politisi sayap kiri dan kelompok lingkungan. Pemimpin Partai Hijau, Zack Polanski, menyebutnya sebagai 'vandalisme iklim' dan menilai langkah ini hanya akan menguntungkan perusahaan minyak dan gas tanpa menurunkan tagihan rumah tangga. Senada dengan itu, Greenpeace UK menilai keputusan ini menunjukkan masih kuatnya pengaruh lobi bahan bakar fosil dalam kebijakan energi. Mereka menegaskan bahwa pragmatisme sejati berarti melepaskan ketergantungan pada minyak dan gas mahal yang membebani rumah tangga dan memperparah cuaca ekstrem.

Analisis singkat: Keputusan ini mencerminkan dilema klasik antara keamanan energi jangka pendek dan komitmen iklim jangka panjang. Bagi masyarakat, proyek ini menjanjikan pasokan energi yang lebih stabil, tetapi tidak serta-merta menurunkan biaya tagihan energi yang menjadi keluhan utama. Di sisi lain, kritik dari kelompok lingkungan menyoroti risiko reputasi Inggris di kancah internasional terkait transisi energi. Perdebatan ini kemungkinan akan terus bergulir menjelang pemilu berikutnya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook